Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Noraebang Jadi Tempat Luapkan Ekspresi, Multifandom Kompak Nyanyi Lagu Kpop

Alvioniza • Rabu, 31 Juli 2024 | 21:31 WIB

 

EKSIS: Fanbase K-POP Jember mengikuti event KOPDAR di Kantor Jawa Pos Radar Jember, 20 Juli lalu. M ADHI SURYA/RADAR JEMBER
EKSIS: Fanbase K-POP Jember mengikuti event KOPDAR di Kantor Jawa Pos Radar Jember, 20 Juli lalu. M ADHI SURYA/RADAR JEMBER

HALOJEMBER.COM - Tak hanya di kota besar, ternyata di Jember juga ada komunitas pencinta idol K-Pop. Komunitas ini member-nya dari kalangan pelajar hingga mahasiswa.

Kendati demikian, kegiatan perkumpulan sesama pencinta K-Pop ini tidak hanya dilakukan secara daring. Tapi, juga rutin mengadakan pertemuan setiap bulannya.

Admin Teume Jember, Ainin Zahro, mengatakan, member pecinta K-POP ini awalnya hanya komunikasi secara daring, yaitu dengan tutur sapa di kolom komentar akun media sosial yang diidolakan.

“Ya, kami berkumpul hanya melalui media daring. Namun, berjalannya waktu, kami mengadakan pertemuan secara langsung untuk having fun, hingga terbentuk menjadi fanbase atau semacam komunitas,” ucapnya.

Saat berkumpul mereka tak hanya sebatas having fun. Namun, juga melakukan giat-giat yang mengarah pada pengasahan kemampuan, seperti bernyanyi dan dance.

Photo
Photo

“Momen inilah yang menjadikan kami bisa melepaskan ekspresi. Baik yang sedang suntuk dalam pekerjaan, punya mood tidak enak saat di sekolah maupun di kampus, sehingga saat berkumpul bisa menghilangkan kejenuhan,” imbuhnya.

Zahro menyebut, dalam perkumpulan itu, selain membicarakan idolanya, biasanya juga merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam sebulan ke depan.

“Baik menjaring member baru ataupun kumpul bareng dengan fanbase yang lebih luas,” paparnya.

Terpisah, dosen komunikasi dan sosiologi Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember Muhammad Farhan menjelaskan, fenomena ini bukanlah hal yang baru.

Perkumpulan untuk mengidolakan seseorang, grup band, atau tim sepak bola itu sudah ada sejak dulu. 

Hal ini tentu juga terdapat dampak positif maupun negatif. Bergantung pada aktivitas yang dilakukan.

“Tindakan yang terlalu berlebihan atau fanatik tentu juga tidak baik. Lebih condong mengedepankan kepentingan yang dicintai, bahkan hal negatif pun bisa dianggap benar,” jelasnya.

Namun, bila dibarengi dengan kegiatan positif, minimalnya untuk menambah relasi, tentu ini menjadi poin utama dalam melakukan social experience.

“Lebih baik difokuskan untuk memperbanyak relasi dan pengalaman bersosial,” pungkasnya. (dhi/c2/fid)

Editor : Halo Jember