Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Waspada Paparan BPA! Ini 4 Penyakit Kronis yang Bisa Mengintai Kesehatan Anda

Alvioniza • Kamis, 1 Agustus 2024 | 00:02 WIB

 

Ilustrasi sakit Jantung (Foto: iStock)
Ilustrasi sakit Jantung (Foto: iStock)

HALOJEMBER.COM - Paparan senyawa bisphenol A (BPA) yang terdapat dalam kemasan makanan dan minuman masih menjadi topik hangat di kalangan publik.

Umumnya, BPA ditemukan pada wadah makanan dan minuman berbahan plastik polikarbonat. Jika senyawa ini masuk ke dalam tubuh, dampaknya bisa sangat merugikan bagi kesehatan.

BPA dan senyawa sejenisnya dapat mengganggu sistem endokrin tubuh dan mempengaruhi berbagai fungsi biologis.

Penelitian oleh Regenerative Medicine Division, Université Laval Research Center, Canada (2021) menunjukkan bahwa BPA berfungsi sebagai pengganggu endokrin yang dapat memengaruhi jalur sinyal hormon dan berpotensi menyebabkan berbagai penyakit kronis, sebagai berikut:

BACA JUGA: Noraebang Jadi Tempat Luapkan Ekspresi, Multifandom Kompak Nyanyi Lagu Kpop

  1. Diabetes Melitus

Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Menurut jurnal di Science Direct, BPA sebagai bahan kimia pengganggu endokrin memiliki hubungan kuat dengan perkembangan diabetes melitus tipe 2.

Paparan BPA dapat memperburuk komplikasi diabetes melitus dengan meningkatkan stres metabolik akibat glukosa tinggi, mempercepat penuaan sel, serta apoptosis, yang akhirnya berkontribusi pada perkembangan diabetes.

  1. Gagal Jantung

BPA juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Penelitian oleh Department of Science and Education, The Second Affiliated Hospital of Xiamen Medical College, China, menunjukkan bahwa kadar BPA berhubungan positif dengan gagal jantung kongestif, penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

Jurnal dari Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Cincinnati mengungkapkan bahwa paparan BPA, baik akut maupun kronis, memengaruhi fungsi sistem kardiovaskular dan dapat meningkatkan aktivitas kardiovaskular abnormal seperti aritmia dan aterosklerosis.

BACA JUGA: Gak Semua Orang Punya! Garis Tangan M Simbol Keberuntungan atau Sekedar Mitos?

  1. Penyakit Ginjal

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsentrasi tinggi BPA dalam darah dengan risiko penyakit ginjal, terutama pada individu dengan kondisi patologis seperti diabetes dan hipertensi.

Studi oleh Universidad de Alcalá, Department of Biological Systems/Physiology Spain (2021) menemukan bahwa paparan BPA meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Penelitian lain dari Renal, Vascular and Diabetes Research Laboratory, Spain (2018) menunjukkan bahwa BPA dapat menyebabkan kerusakan mitokondria, stres oksidatif, dan kematian sel tubulus, yang berkontribusi pada perkembangan penyakit ginjal kronis.

BACA JUGA: 8 Keistimewaan Turu Ndlosor atau Tidur Tanpa Alas Menurut Ahli Spiritual Jawa, Apa Saja?

  1. Kanker

Berbagai penelitian mengungkapkan hubungan antara BPA dan kanker yang terkait hormon, seperti kanker payudara, prostat, dan ovarium. Penelitian oleh Andalusian School of Public Health, Campus Universitario de Cartuja, Spain (2021) menemukan bahwa paparan BPA meningkatkan risiko kanker prostat.

Selain itu, studi dari Department of Obstetrics and Gynecology, University of Medicine and Pharmacy, Romania (2020) menunjukkan BPA dapat memengaruhi sistem reproduksi wanita dan berpotensi memicu kanker ovarium. Beberapa studi juga menunjukkan keterkaitan langsung antara BPA dan peningkatan insiden kanker payudara.

Kesadaran akan bahaya BPA telah memicu berbagai negara untuk melarang penggunaannya dalam kemasan makanan dan minuman, seperti Kanada, Amerika Serikat, Denmark, Malaysia, dan China. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih berupaya untuk mengatur penggunaan BPA pada kemasan produk.

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember
#plastik #bpa #kesehatan