HALOJEMBER.COM - Buang angin atau kentut menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh setiap orang. Namun, sudah menjadi hal yang umum juga bahwa orang-orang akan menjauh dan menghindari bau kentut. Tak jarang juga, kentut bisa memicu tawa.
Kentut adalah penumpukan gas dan tidak selalu membuat suara atau meninggalkan aroma. Rata-rata orang kentut 14 kali sehari.
Sebagian besar akan timbul tanpa bunyi dan terdiri dari karbon dioksida.
BACA JUGA: 8 Keistimewaan Turu Ndlosor atau Tidur Tanpa Alas Menurut Ahli Spiritual Jawa, Apa Saja?
Ketika kentut meninggalkan bau yang kuat, itu adalah tanda bahwa Kamu memiliki tingkat serat yang sehat dan ada jumlah bakteri baik yang cukup di dalam usus.
Hal inilah yang menjadikan kentut sebagai indikator kesehatan dari sistem pencernaan tubuh manusia.
Menariknya, kentut yang benar-benar berbau buruk adalah indikator kuat bahwa semua organ, senyawa dan bakteri baik bekerja dengan benar di perut Kamu.
BACA JUGA: Gak Semua Orang Punya! Garis Tangan M Simbol Keberuntungan atau Sekedar Mitos?
Dilansir dari The Week, terdapat sebuah penelitian dari University of Exeter di Inggris yang menyatakan bahwa mencium bau kentut ternyata memberikan manfaat bagi kesehatan.
Ketika tubuh mencerna berbagai jenis makanan yang sudah dikonsumsi, beberapa jenis senyawa pun akan tercipta.
Salah satunya adalah hidrogen sulfida yang membuat kentut menjadi berbau.
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa kandungan gas hidrogen sulfida pada kentut terbukti dapat menurunkan potensi kerusakan mitokondria.
Atau dengan kata lain, mencium bau kentut dapat dijadikan terapi untuk mencegah datangnya berbagai macam penyakit seperti demensia, penyakit jantung, kanker, atau bahkan arthritis.
Dengan menghirup aroma gas ini, maka risiko untuk terkena kerusakan mitokondria atau organel yang memiliki peran besar pada respirasi akan menurun.
Jadi, apakah kamu akan tetap tutup hidung dan menjauh jika mencium bau kentut atau malah menghirupnya?
Penulis: Maghfirotun Nazila
Editor : Halo Jember