HALOJEMBER.COM - Diet keto atau diet ketogenik merupakan pola makan yang membatasi asupan karbohidrat namun tinggi lema.
Jenis diet ini sudah lama populer di kalangan orang-orang yang ingin menurunkan berat badan, karena terkenal efektif.
Diet ini dapat memicu tubuh untuk membakar cadangan lemak untuk digunakan sebagai sumber energi utama untuk menggantikan karbohidrat.
Jika ingin mengikuti metode diet ini, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengurangi konsumsi karbohidrat, seperti nasi, makanan berbahan dasar gandum, ubi jalar, dan lain sebagainya.
Anda bisa memulai untuk meningkatkan asupan lemak dan protein, namun harus diingat untuk tetap membatasinya.
Mengapa harus meningkatkan asupan lemak? Hal ini dikarenakan untuk memaksimalkan proses ketosis, yang mana ini merupakan proses metabolisme tubuh untuk membakar cadangan lemak yang ada di dalam tubuh sebagai pengganti karbohidrat yang merupakan sumber energi utama.
BACA JUGA: 8 Keistimewaan Turu Ndlosor atau Tidur Tanpa Alas Menurut Ahli Spiritual Jawa, Apa Saja?
Terdapat beberapa jenis diet keto yang umum dilakukan oleh orang-orang, dan apa saja yang dikonsumsi oleh pelaku diet ini akan tergantung pada jenisnya. Berikut jenis-jenis diet yang perlu kamu ketahui:
- Diet ketogenik standar: Jenis diet yang sangat rendah karbohidrat, protein sedang, dan tinggi lemak. Biasanya perbandingannya adalah 70, 20, 10. Dalam arti, 70% mengandung lemak, 20% protein, dan 10% karbohidrat.
- Diet ketogenik siklis: Jenis ini memperbolehkan Anda untuk melakukan 5 hari diet ketogenik dan diikuti oleh 2 hari diet karbohidrat tinggi.
- Diet ketogenik bertarget: jenis ini merupakan jenis yang memperbolehkan Anda untuk menambah asupan karbohidrat setelah Anda melakukan work out atau berolahraga.
- Diet ketogenik berprotein tinggi: sebenarnya jenis ini hampir sama dengan jenis diet ketogenik standar, hanya saja mengandung lebih banyak protein. Rasionya adalah 60% lemak, 35% protein, dan 5% karbohidrat. Biasanya, jenis ini akan dilakukan oleh para atlet.
Simak penjelasan di bawah ini, agar kamu tahu menu sederhana apa saja yang boleh dikonsumsi ketika mengikuti metode diet ini.
- Daging: Daging merah, ham atau daging babi, sosis, bakon, ayam dan kalkun
- Ikan berlemak: Salmon, trout, tuna, dan makerel
- Telur: Telur pasteurisasi atau telur omega-3
- Mentega dan krim: Mentega grass fed atau heavy cream
- Keju: Keju yang belum melalui proses pengolahan, seperti cheddar, krim keju, blue cheese, atau mozzarella
- Kacang-kacangan dan biji-bijian: Almond, kenari, flax seed, biji labu, chia seed, dan lain-lain
- Minyak sehat: Minyak Zaitun extra virgin dan minyak alpukat
- Alpukat: Alpukat utuh atau guacamole yang baru melalui proses pembuatan
- Sayuran rendah karbohidrat: Sayuran hijau, tomat, bawang bombai, paprika, dan lain-lain
- Bumbu dapur: Garam, merica, bumbu dan rempah-rempah
Berikut adalah cara menentukan menu makanan yang bisa diterapkan untuk mengikuti metode diet ini:
- Hari Pertama
Pada hari pertama, Anda dapat mengombinasikan makanan berlemak sehat dengan makanan yang tinggi akan serat. Hal ini dikarenakan untuk membantu mengoptimalkan proses pembakaran lemak dan memberikan efek kenyang lebih lama.
BACA JUGA : Yuk Kenali Jenis Diet ini! Cocok untuk Ibu Menyusui
- Hari Kedua
Pada hari kedua, Anda dapat memilih menu makanan yang lebih bervariasi dengan menyediakan makanan dengan kandungan protein hewani dan nabati, serta sayur segar.
- Hari Ketiga
Di hari ketiga ini, cobalah untuk mengolah makanan dengan Teknik memasak yang berbeda agar Anda tidak merasa bosan. Misal, jika sebelumnya kamu mengolah telur rebus atau telur kukus, di hari ketiga ini kamu bisa mengubahnya dengan cara digoreng dengan sedikit minyak zaitun.
- Hari Keempat
Di hari keempat ini, sediakan sedikit makanan dengan sumber karbohidrat agar mendapatkan energi yang cukup, karena diet ini bukan menyarankan Anda untuk tidak mengonsumsi karbohidrat, tetapi hanya mengurangi porsinya saja. Sehingga, Anda tetap diperbolehkan untuk mengonsumsi karbohidrat.
- Hari Kelima
Mungkin di hari kelima ini sebagian dari Anda yang melakukan diet ini pasti akan merasa bosan. Oleh karena itu, di hari kelima ini Anda diperbolehkan memilih makanan yang beraneka ragam. Anda boleh mengonsumsi seafood di hari kelima ini.
- Hari Keenam
Memasuki akhir pekan dan hari keenam diet bagi yang melakukan, Anda juga diperbolehkan untuk menyediakan aneka ragam olahan makanan, tetapi harus tetap memperhatikan kandungan karbohidrat dan lemaknya.
- Hari Ketujuh
Variasikan menu makanan yang sudah diterapkan di hari sebelumnya, misal jika sebelumnya kamu memasak ayam bumbu merah, di hari ketujuh ini kamu boleh memasaknya menjadi ayam bakar mentega.
Penulis: Maghfirotun Nazila
Editor : Halo Jember