HALOJEMBER.COM - Sebagian orang pasti tidak sabar untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Tetapi, tak sedikit dari mereka juga memilih Keputusan untuk melakukan diet ekstrem.
Menurut Dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K), jika Anda melakukan diet dengan mengurangi kalori hingga kurang dari 800 kalori perhari, maka tergolong ke dalam diet ekstrem.
“Diet seperti ini pasti bikin langsing, tapi langsing seperti apa dulu, karena banyak efek samping yang bisa terjadi. Salah satu yang sering terjadi adalah batu empedu, terganggunya fungsi liver, rambut rontok, atau sering merasa kedinginan,” kata Samuel dalam Instagram Live Good Doctor bersama Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia.
BACA JUGA: Waspada Paparan BPA! Ini 4 Penyakit Kronis yang Bisa Mengintai Kesehatan Anda
Ia juga menjelaskan, jika berat badan Anda mengalami penurunan hingga lebih dari 1,5 kilo per minggu, maka itu termasuk ke dalam diet ekstrem.
Asupan lemak dari makanan sangat sedikit, bahkan tidak ada sama sekali.
Secara fisiologis, saat lemak masuk ke dalam tubuh dan di proses di usus 12 jari, maka secara otomatis kantung empedu akan memompa cairan ke usus 12 jari tersebut.
“Karena lemak baru harus dicampur dulu dengan empedu supaya bisa diserap tubuh. Kalau asupan lemak sangat sedikit atau tidak ada, maka tidak ada rangsangan bagi kantung empedu untuk memompa cairan empedu. Akhirnya empedu tersimpan saja, mengendap, dan lama-lama terbentuklah batu empedu,” papar Samuel.
Namun, jika masih ada lemak yang masuk ke dalam tubuh, maka proses diet yang Anda jalankan, sudah benar. Akan tetapi, lemak yang dimaksud adalah lemak sehat.
BACA JUGA: Tips dan Cara Intermittent Fasting Bagi Pemula
Dengan demikian, nantinya empedu akan dipompa keluar dan tidak akan terjadi pembentukan batu empedu.
Diet ekstrem dengan mengurangi asupan kalori yang masuk ke tubuh memang diperbolehkan.
Tetapi hanya untuk kondisi tertentu saja, misalnya pada orang yang mengalami obesitas. Pada saat melakukan diet pun, harus tetap dalam pengawasan dokter atau ahli gizi yang menangani.
Selain dapat membentuk batu empedu, diet ekstrem juga dapat mengurangi massa otot. Apalagi, jika diet ini dilakukan dalam waktu yang cukup lama.
Maka, tubuh akan mengambil protein dari otot untuk energi sehingga massa otot akan menurun, bahkan hilang.
Penulis: Maghfirotun Nazila
Editor : Halo Jember