Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Jadi Tren Anak Mulai Masuk Preschool di Usia 2 Tahun, Apakah Perlu?

Halo Jember • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 18:10 WIB
Anak Sekolah (Foto: (Naomi Shi/Pexels.com))
Anak Sekolah (Foto: (Naomi Shi/Pexels.com))

HALOJEMBER.COM - Ketika anak memasuki usia Golden Age atau rentang usia 3-5 tahun, tahap ini adalah penting tahapan penting dalam proses tumbuh kembang anak.

Di rentang usia inilah, si kecil akan semkain mandiri dan memahami dirinya sendiri begitu juga hal-hal di sekitarnya.

Pada tahap ini biasanya orang tua akan mulai mempertimbangkan untuk memasukkan anak mereka ke jenjang pendidikan usia dini atau preschool. Namun, beberapa orang tua mulai memasukkan anak mereka ke preschool sejak usia masih 2 tahun.

Fenomena orang tua yang memasukkan anak ke sekolah sejak usia dua tahun semakin meningkat saat ini. Apakah preschool benar-benar diperlukan untuk anak usia dua tahun?

Memberikan pendidikan kepada anak adalah tanggung jawab orang tua. Oleh karena itu, banyak orang tua berlomba-lomba memasukkan anak mereka ke lembaga pendidikan terbaik, bahkan sejak usia sangat muda.

Salah satu jenis sekolah yang tersedia adalah untuk anak usia balita atau preschool, yang biasanya fokus pada pengembangan kemampuan sosial, motorik, dan sensorik anak.

Psikolog Anak dan Keluarga di Unit Anak dan Remaja Sajiva RSK Jiwa Dharmawangsa, Mira Amir, menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan memasukkan anak-anak ke sekolah sejak dini.

Namun, yang sering kali tidak dipahami adalah bahwa sekolah ini bertujuan untuk merangsang intuisi anak melalui berbagai permainan, bukan untuk memaksa mereka belajar secara formal.

"Anak-anak lima tahun ke bawah itu harusnya dibiarkan bermain, bukan sekolah untuk belajar formal. Karena melalui bermain ini mereka banyak belajar," kata Mira Selasa (23/7).

Selain itu, jika orang tua tetap ingin menyekolahkan anak pada usia sangat dini, perlu dipastikan apakah anak tersebut memang siap dan bersedia, atau justru merasa terpaksa.

Cara memastikannya adalah dengan memantau emosi anak setiap kali hendak berangkat ke sekolah.

"Kalau anak-anak ini happy, bangun tidak telat terlihat bersemangat boleh dilanjut. Tapi kalau jelas mereka lesu, bangun selalu siang, menangis, jangan dipaksa, sebaiknya segera hentikan sekolahnya," kata Mira.

Mira juga menekankan bahwa tempat belajar pertama anak adalah rumah dan orang tua mereka.

Jadi, sebaiknya anak-anak lebih banyak belajar dan bermain di rumah di bawah pengasuhan orang tua ketika masih kecil.

Ia juga menjelaskan bahwa usia ideal untuk pendidikan formal adalah enam tahun. Sebelum usia tersebut, pendidikan informal yang diberikan sebaiknya untuk mengasah intuisi serta minat dan hobi anak.

 

 

 

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember
#anak #sekolah