Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Picu Infertilitas hingga Kista, Kenali Bahaya BPA bagi Wanita

Halo Jember • Minggu, 4 Agustus 2024 | 02:06 WIB

 

Foto: (RobinHiggins/Pixabay.com)
Foto: (RobinHiggins/Pixabay.com)

HALOJEMBER.COM - Pembahasan mengenai bahaya Bisfenol A (BPA) sedang menjadi topik hangat belakangan ini. Hal ini dipicu oleh peraturan baru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait BPA dalam air minum kemasan (AMDK).

Senyawa BPA dikenal memiliki sifat yang dapat mengganggu kerja endokrin jika masuk ke dalam tubuh manusia.

Para peneliti menemukan bahwa paparan BPA sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan karena BPA mempengaruhi struktur dan fungsi hormon estrogen.

BACA JUGA: Cara Menentukan Menu Makan untuk Kamu yang Ingin Memulai Diet Keto

Menurut Healthline, paparan BPA pada pria dan wanita dapat meningkatkan peradangan dan menyebabkan kerusakan sel melalui proses yang disebut stres oksidatif, yakni ketidakseimbangan antara produksi dan akumulasi oksigen reaktif dalam sel dan jaringan.

Khusus untuk wanita, ada beberapa dampak buruk yang dapat timbul akibat paparan BPA. Berikut ulasannya:

  1. Perubahan Hormon

BPA yang masuk ke dalam sel membran dapat menginduksi perubahan pada level estradiol, hormon reproduksi penting bagi wanita. Perubahan ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan mengganggu siklus menstruasi.

BACA JUGA: Mencium Bau Kentut Berpotensi Besar untuk Mencegah Kanker, Mitos atau Fakta?

  1. Kanker Payudara

BPA juga menyebabkan gangguan endokrin, modifikasi epigenetik, pelepasan sitokin, stres oksidatif, dan inflamasi. Kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit termasuk kanker dan penyakit kardiovaskular, terutama pada wanita pascamenopause dengan gangguan kekebalan tubuh.

Breast Cancer UK melaporkan bahwa BPA dapat berkontribusi terhadap perkembangan kanker. Studi menunjukkan bahwa paparan BPA meningkatkan karakteristik ductal carcinoma in situ (DCIS), bentuk awal kanker payudara sebelum menjadi invasif.

BACA JUGA: Gak Semua Orang Punya! Garis Tangan M Simbol Keberuntungan atau Sekedar Mitos?

  1. Kista Ovarium

Penelitian oleh Baluka dan Rumbeiha pada 2016 mengungkap bahwa BPA juga dapat menyebabkan efek lain seperti kista ovarium. BPA memicu modifikasi jinak pada ovarium manusia seperti proliferasi saluran telur, endometriosis, dan hiperplasia endometrium kistik atau kista ovarium.

  1. Infertilitas

Selain mengganggu siklus menstruasi, BPA juga dapat mempengaruhi infertilitas.

Infertilitas sendiri adalah gangguan reproduksi yang dapat menyebabkan seseorang mengalami ketidakmampuan untuk mempertahankan kehamilann bahkan kesulitan untuk hamil.

Sebuah studi oleh Ewha Womans University Mokdong Hospital Korea pada 2014 terhadap 307 orang usia produktif 30-40 tahun menemukan bahwa paparan BPA mempengaruhi infertilitas dan Diminished Ovarian Reserve (DOR). Kelompok dengan paparan BPA tinggi memiliki risiko 4,25 kali lebih besar mengalami infertilitas.

Selain itu, BPA juga memiliki dampak lain pada wanita seperti kematian neonatal, pubertas dini, disfungsi plasenta, hingga pubertas dini.

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember