HALOJEMBER.COM - Sedot lemak atau liposuction adalah prosedur media yang dapat menghilangkan sel-sel lemak (adiposit) secara permanen di bagian tubuh tertentu agar pasien mendapatkan tubuh yang ideal.
Biasanya, sedot lemak ini dilakukan ketika lemak itu tidak lagi diinginkan. Pasien umunya akan membuang lemak berlebih di bagian perut, paha, dagu, pipi, leher, lengan atas, betis, atau bokong.
Perlu diketahui bahwa tindakan ini bukan menghilangkan lemak visceral (lemak di sekitar organ dalam), melainkan lemak perifer (lemak yang berada di bawah kulit).
Karena itu, sebenarnya sedot lemak bukanlah tindakan atau metode yang tepat jika Anda ingin menurunkan berat badan atau mengatasi obesitas.
Biasanya, sedot lemak dapat menjadi alternatif bila upaya diet dan olahraga yang telah dilakukan tidak cukup efektif untuk membantu menghilangkan lemak yang tidak diinginkan.
Namun ternyata, sedot lemak menjadi salah satu prosedur bedah plastik yang paling diminati di Indonesia.
Bahkan, liposuction atau sedot lemak ini menduduki tempat ketiga sebagai jenis bedah plastik yang paling banyak dilakukan di Indonesia.
Pernyataan tersebut dijelaskan oleh Dr. Qori Haly, SpBP-RE sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi Estetik Indonesia cabang Jabodetabek Banten & Anggota Bidang Kajian Sejarah & Kepahlawanan Dokter PB IDI.
“Sedot lemak atau liposuction ini masuk 3 terbesar dalam tindakan bedah plastik di Indonesia. Artinya ini sangat diminati masyarakat,” ujar Qori dalam Media Briefing Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Rabu (31/7).
Jenis-Jenis Sedot Lemak
Secara umum, prosedur liposuction atau sedot lemak dilakukan dengan menggunakan selang tipis yang terhubung dengan alat penghisap.
Sedot lemak sendiri mempunyai beberapa teknik yang bisa dipilih, diantaranya sebagai berikut:
- Ultrasound-Assisted Liposuction (UAL)
Teknik pertama yang biasa digunakan dalam liposuction adalah UAL atau ultrasound-assisted liposuction. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan energi dari gelombang suara yang intensitasnya tinggi.
Tujuan dari teknik ini adalah memecah tumpukan-tumpukan lemak agar mencair sehingga memudahkan lemak untuk disedot keluar.
- Tumescent Liposuction
Tumescent liposuction adalah teknik sedot lemak yang menggunakan larutan tumescent. Larutan tersebut merupakan campuran dari air garam (saline), lidocaine, dan epinephrine.
Pada prosedur ini, larutan tumescent akan disuntikkan ke lemak yang akan dihilangkan untuk memudahkan penyedotan lemak sekaligus mengurangi nyeri dan perdarahan.
- Suction-Assisted Liposuction
Teknik ketiga ini menjadi salah satu Teknik sedot lemak yang bisa dibilang cukup tradisional. Prosedur dari tenik ini menggunakan vakum yang digunakan untuk menyedot lemak yang tidak diinginkan dari bagian tubuh tertentu.
- Vibration Amplification of Sound Energy at Resonance (VASER)
Liposuction atau sedot lemak dengan teknik VASER dilakukan dengan menggunakan alat berbentuk tabung kecil yang berbahan stainless steel (cannula) dengan alur dan gelombang ultrasonik untuk memudahkan dalam memecah dan menghilangkan sel-sel lemak dan lemak dari tubuh. VASER adalah salah satu jenis terbaru dari UAL.
- Laser-Assisted Liposuction (LAL)
Prosedur laser-assisted liposuction atau LAL menggunakan sinar laser yang kuat pada tabung kecil yang fleksibel (fiber) untuk memecah dan mencairkan lemak.
Dengan begitu, lemak akan lebih mudah disedot keluar. Teknik ini hanya memerlukan sayatan kecil di kulit, sehingga dapat meminimalkan risiko rusaknya jaringan di sekitarnya.
- Powers-Assisted Liposuction (PAL)
Teknik powers-assisted liposuction (PAL) menggunakan selang khusus yang dapat menghancurkan lemak dengan getaran cepat. Salah satu kelebihan teknik ini adalah sayatan yang dibuat cukup kecil.
Sehingga kecil kemungkinan untuk dapat menyebabkan kerusakan jaringan di sekitarnya. Biasanya, Teknik akan dipilih jika banyak titik lemak yang perlu dihilangkan atau pada pasien yang sudah pernah menjalani liposuction sebelumnya.
Prosedur Sedot Lemak
Prosedur sedot lemak bisa berbeda-beda, tergantung dari teknik yang dipilih. Namun secara umum, kurang lebih prosedur yang akan berjalan sebagai berikut:
- Pasien akan mendapatkan suntikan bius lokal atau umum (bius total).
- Setelah dibius, prosedur akan dilanjutkan dengan memecahkan dan mencairkan lemak menggunakan laser, larutan tumescent, atau gelombang suara.
- Setelah itu, dokter akan membuat sayatan kecil untuk memasukkan alat sedot lemak (cannula) ke dalam area lemak di antara kulit dan otot.
- Lalu, lemak berlebih tersebut akan dibuang dengan pipa penghisap atau jarum suntik besar. Setelah prosedur selesai, dokter akan menutup sayatan tersebut dengan jahitan. Prosedur sedot lemak umumnya memakan waktu selama 1–3 jam.
Kemudian pasien diharuskan menjalani rawat inap selama 1 malam. Sementara itu, waktu yang dibutuhkan untuk pulih sepenuhnya adalah kurang lebih 6 bulan. Selama masa pemulihan, pasien dianjurkan untuk menjalani kontrol secara rutin.
Setelah menjalani prosedur sedot lemak, dokter akan memasang korset elastis di bagian tubuh yang disedot lemaknya. Tujuannya adalah untuk mengurangi bengkak dan memar, serta mempertahankan bentuk tubuh.
Manfaat Sedot Lemak
Alasan banyak orang melakukan sedot lemak pun beragam. Ada yang memang karena alasan kesehatan, namun banyak pula yang melakukan sedot lemak demi menunjang penampilannya.
Untuk tujuan kesehatan, sedot lemak dapat dilakukan misalnya pada pasien yang sering mengalami lecet pada bagian tubuh tertentu.
Sedangkan untuk tujuan estetika atau penampilan, biasanya sedot lemak dilakukan untuk menghilangkan lemak membandel yang sulit diatasi dengan diet dan olahraga.
Manfaat utama dari tindakan ini adalah untuk menurunkan jumlah sel-sel lemak sehingga bentuk tubuh kembali ideal.
Perubahan bentuk tubuh setelah menjalani prosedur sedot lemak bersifat permanen, dengan catatan selama berat badan tidak mengalami kenaikan atau penurunan yang signifikan.
Selain untuk alasan kecantikan atau penampilan, liposuction juga dapat dimanfaatkan untuk menangani beberapa kondisi medis, seperti lipoma (benjolan lemak di bawah kulit), pseudogynecomastia (pembesaran payudara pada pria).
Kemudian Madelung’s disease (penyakit langka pada metabolisme atau penyimpanan lemak), atau axillary hyperhidrosis (keringat berlebihan di ketiak).
Penulis: Maghfirotun Nazila
Editor : Halo Jember