Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Bernostalgia Dengan Kenangan Masa Kecil, Dipajang dan Dijadikan Objek Foto

Halo Jember • Minggu, 11 Agustus 2024 | 22:05 WIB
MENARIK DILIHAT: Penghobi action figure menunjukan koleksi yang dimiliki. YULIO FA/RADAR JEMBER
MENARIK DILIHAT: Penghobi action figure menunjukan koleksi yang dimiliki. YULIO FA/RADAR JEMBER

HALOJEMBER.COM - Rasa senang dan bangga memiliki koleksi action figure mungkin tak dirasakan semua orang. Hanya orang-orang tertentu yang rela mengocek kantongnya hingga jutaan rupiah demi bisa memiliki satu mainan karakter tertentu.

Ada yang menganggap hal demikian adalah pelampiasan masa kecil yang dulu ingin membeli mainan namun tak keturutan.

Hifni Mulhaq, penghobi action figure asal Kecamatan Bangsalsari mengatakan, menyukai action figure sejak 2011. Dia mengaku terjebak kenangan masa kecil.

Puluhan koleksinya tertata rapi di etalase sudut ruang tamu rumahnya. Mulai yang termurah hingga termahal seperti Broly, action figure dalam film Dragon Ball. “Kalau ditotal koleksi yang saya miliki bisa sampai Rp 70 juta,” sebutnya.

Baginya, membeli mainan tersebut bukan lagi tentang membeli barang. Tetapi membeli memori masa kecil yang dulu keinginan itu tak terpenuhi dan baru bisa dipenuhi sendiri saat dewasa.

Photo
Photo

Misalkan saja saat masa kecilnya ingin membeli mobil tamiya atau mainan power ranger namun tak dibelikan orang tua. “Kami ini bisa dibilang bapak-bapak yang terjebak kenangan masa kecil,” ungkap pria 39 tahun itu.

Ada kepuasan, kesenangan, juga kebanggaan tersendiri saat keinginan membeli suatu jenis action figure tersampaikan. Pria anak tiga itu mengaku sering dimarahi istrinya karena terlalu sering membeli mainan tersebut.

Namun, hobi tetaplah hobi dan dia menganggap tak ada yang mahal untuk membeli kenangan. “Tapi semboyan kami lebih baik minta maaf daripada minta izin,” ujarnya sembari memperlihatkan berbagai koleksi action figure miliknya.
Menurutnya, asal dapur terus mengepul, membeli barang kesukaannya bukanlah masalah serius.

Setiap bulan menyisihkan uang sendiri untuk suatu saat bisa terkumpul cukup untuk membeli action figure incarannya. Tak menutup kemungkinan, ketika membutuhkan uang dia akan menjual lagi beberapa koleksinya itu.

Hifni mengatakan, biasanya akan memutuskan untuk membeli koleksi baru setiap ada rilis film. Dia selektif dengan mempertimbangkan bagaimana karakternya, keindahan pose yang ditampilkan dalam mainan action figure, juga material pembuatannya.

Dikatakan, pertimbangan itu juga biasanya dilakukan oleh banyak penghobi lain. Termasuk bagaimana detail pembuatannya yang membuat terlihat seperti nyata. 

Photo
Photo

Di balik alasan penghobi action figure, mereka biasanya juga dengan sepenuh hati merawat koleksinya. Alih-alih membelinya untuk diotak atik seperti cara bermain anak kecil, mereka lebih suka menaruhnya di tempat aman untuk dipajang. Banyak juga yang menjadikannya sebagai objek foto untuk dipamerkan.

Hifni Mulhaq, warga asal Bangsalsari sangat suka mengoleksi action figure dalam film Dragon Ball. Dia memiliki satu mainan limited edition, Broly, yang dibelinya pada 2022 seharga Rp 3,5 juta. Meski dari tangan kedua, dia mengaku bangga karena hanya ada seratus produk yang dirilis. Ditambah dengan bahannya yang padat karena terbuat dari PVC dengan detail yang sangat rapi.

Dari banyaknya koleksi yang dimiliki di rumah, dia memiliki cara sendiri untuk merawat. Karena harganya yang tak murah, rutinitas membersihkan action figure koleksinya jadi hal wajib. “Cara membersihkannya dilap tipis-tipis pakai busa, simpan di etalase lemari kaca agar tidak jamuran dan tidak menguning,” ucap anggota Komunitas Dragon Ball Indonesia itu.

Terkadang putranya juga diajak melihat hobinya disalurkan. Hanya ada satu atau dua action figure yang dikeluarkan untuk benar-benar dimainkan layaknya mainan anak kecil. Untuk melepas penat sejenak setelah seharian bekerja. Tetapi dia berusaha tidak sering menyentuh koleksinya agar tetap awet dan terjaga keutuhannya.

Hal yang sama juga dilakukan Jossie Aldhisilva, pria asal Kelurahan/Kecamatan Patrang yang mulai menyukai action figure sejak 2018. Dia lebih banyak membelinya online dari barang impor. Jika suka film-nya, bisanya baru mau membeli. Seperti Marvel dan Transformer. Koleksinya dimainkan sesuai pose yang sudah terbentuk.

Anggota Komunitas Action figure Jember (AFJ) itu mengulas, kebanyakan penghobi menjadikan koleksinya sebagai objek foto. Pada momen tertentu, koleksi-koleksi action figure miliknya dikeluarkan dari tempat penyimpanan untuk difoto. “Kebanyakan buat fotografi,” kata Jossie.

Seperti sesi pemotretan sesungguhnya. Dia bersama komunitasnya kerap membawa koleksi-koleksi mainannya ke tempat tertentu menyesuaikan karakternya untuk mendapatkan hasil foto ciamik. Seperti di taman atau bahkan pantai. Mereka mengambil foto se-realistis mungkin seolah action figure itu hidup seperti di dalam film kesukaannya. (sil/ham)

Editor : Halo Jember
#jember #action figure