HALOJEMBER.COM - Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) adalah pengukuran yang digunakan untuk mengetahui status gizi dari seseorang yang didapatkan dari hasil perhitungan berat dan tinggi badan.
Oleh karenanya, setiap orang harus menghitung berapa nilai IMT-nya untuk mendeteksi status gizi tubuhnya masing-masing.
Mengetahui cara menghitung IMT juga menjadi langkah awal dalam menjaga kesehatan tubuh.
Dengan mengetahui IMT, Anda dapat mengambil langkah-langkah selanjutnya untuk upaya menjaga berat badan tetap normal dan terhindar dari penyakit-penyakit kronis.
Rumus perhitungan IMT adalah dengan cara membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan (m2).
IMT = Berat Badan (kg) / (Tinggi Badan (m)2
Sebagai contoh, berat badan Anda adalah 60 kg dengan tinggi badan 1,60 m (160 cm). Berikut ini adalah cara menghitung IMT menggunakan rumus:
- Pertama, kalikan tinggi badan Anda dalam satuan meter yang dikuadratkan → 1,60 m x 1,60 m = 2,56 m².
- Langkah berikutnya, bagilah angka berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan Anda → 60 kg : 2,56 m². = 23,4 kg/m².
Maka, nilai IMT Anda adalah 23,4 kg/m².
Setelah melakukan perhitungan dan mendapatkan nilai IMT, Anda perlu memeriksa nilai IMT Anda masuk ke dalam kategori IMT yang mana. Berikut ini adalah empat kategori indeks massa tubuh berdasarkan nilai IMT:
- Berat badan kurang (underweight): ≤ 18,49 kg/m2
- Berat badan normal (ideal): 18,5-24,9 kg/m2
- Berat badan berlebih (overweight): > 25-27 kg/m2
- Obesitas: > 27 kg/m2
Mengetahui IMT memang menjadi langkah awal untuk menentukan status gizi demi mencapai tubuh yang sehat dan tetap ideal.
Namun, IMT tidak bisa memperhitungkan komposisi tubuh dan distribusi lemak tubuh secara keseluruhan.
Meski nilai IMT Anda mengidentifikasikan status gizi Anda berada pada kategori obesitas, namun Anda tidak bisa menggantungkan sepenuhnya pada angka IMT.
Oleh karena hasil perhitungan IMT sifatnya umum dan tidak memperhitungkan factor-faktor lain.
Nilai IMT ini juga tidak akurat bagi beberapa kelompok orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti anak-anak, penderita gangguan makan anoreksia nervosa, orang dengan obesitas ekstrem, dan para atlet binaraga yang memiliki massa otot lebih besar.
Meski demikian pengetahuan akan IMT tetap diperlukan sebagai bentuk pengendalian diri terhadap berat badan.
Setidaknya, tetaplah menjaga berat badan tetap sehat dan ideal karena itulah hal penting untuk mencegah timbulnya berbagai macam gangguan kesehatan.
Jika nilai IMT Anda berada di kategori kurang (underweight), berlebih (overweight), atau bahkan obesitas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait masalah berat badan untuk memastikan status gizi dan kondisi kesehatan Anda.
Setelah itu, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai, termasuk saran pola makan yang tepat.
Penulis: Maghfirotun Nazila
Editor : Halo Jember