Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tingkatkan Kesehatan Mental dengan Journaling, Membantu Mengenali Diri

Halo Jember • Selasa, 17 September 2024 | 04:05 WIB
Photo
Photo

HALOJEMBER.COM - Benar saja, banyak psikolog yang menyarankan journaling menjadi aktivitas rutin untuk meningkatkan kesehatan mental seseorang.

Membuat hidup lebih tertata. Sebuah gaya hidup yang menyehatkan seperti berolahraga.

Dengan journaling, bisa membantu mengurangi stres dan kecemasan. Mengutarakan sesuatu melalui tulisan bisa membuat seseorang menyadari dan mengenali tentang pikiran dan perasaan yang sedang dialami. Termasuk meningkatkan kesadaran diri.

“Saat menulis, seseorang bisa lebih aware tentang pikiran dan perasaannya, punya kesempatan untuk melakukan refleksi diri untuk lebih paham dan mengenal dirinya,” terang Nuraini Kusumaningtyas, Psikolog P3LM Universitas Muhammadiyah Jember.

BACA JUGA : Bukan Sekedar Trend, Journaling Jadi Wadah untuk Ekspresikan Diri

Rutin melakukan journaling, menurutnya membuat fokus dan menentukan skala prioritas dalam hidup. Selain menuangkan perasaan dalam tulisan, rencana-rencana hidup atau jadwal keseharian pun bisa dicatat.

“Journaling bisa membantu seseorang untuk stay organized,” ungkapnya.

Tidak semua orang mampu memahami dirinya. Tapi dengan journaling, akan banyak potensi dalam diri yang bisa ditemukan. Berujung pada pengenalan terhadap siapa diriku.

“Kebiasaan journaling yang dilakukan secara rutin bisa menstimulasi kreativitas dengan memberi ruang pada diri untuk bebas berekspresi,” terang Tyas.

BACA JUGA : Tips Menjaga Kebugaran Tubuh, Lebih Produktif dengan Hobi Olahraga

Masing-masing individu memiliki ritmenya masing-masing untuk journaling. Ada yang melakukannya saat mengalami momen tertentu.

Saat termotivasi atau sedang merasakan kecemasan. Tapi secara rutin, Tyas menyarankan pagi, agar hari dimulai dengan positif.

Merencanakan aktivitas dan menetapkan goal setting hari itu. Atau bisa saat malam sebagai cara refleksi diri, menilai pencapaian hari itu, melepaskan stres, dan meningkatkan rasa syukur. Sehingga tidur semakin berkualitas.

Preferensi tiap orang berbeda-beda dalam menentukan media journaling. Menurutnya, media apa saja bisa digunakan.

Bisa dengan buku diary, buku planner, gadget, atau blog. Disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

“Agar menjadi kebiasaan positif, maka yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjaga konsistensi dalam menulis jurnal setiap harinya,” tutur perempuan yang juga menjadi dosen psikologi itu.

Jika ada yang merasa lega selepas journaling, begitulah salah satu efeknya. Sebuah aktivitas untuk mengekspresikan diri dengan bebas dan yang penting aman.

Segala emosi bisa terluapkan tanpa melibatkan subjek tertentu. Rasa bahagia pun tak bisa dihindarkan.

“Meluapkan segala emosi dan pikirannya dengan aman dan bebas, sehingga journaling bisa membebaskan seseorang dari belenggu berbagi bentuk kecemasan dan stres yang dialami,” paparnya. (sil/nur)

Editor : Halo Jember
#kesehatan mental #journaling #stress