Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Membuat Latte Art, Kualitas Bahan Menjadi Prioritas Gunakan Biji Kopi Berkualitas Tinggi

Halo Jember • Senin, 30 Desember 2024 | 23:50 WIB
Kualitas bahan kopi juga penting untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa kopi yang pas. (BLK BONDOWOSO)
Kualitas bahan kopi juga penting untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa kopi yang pas. (BLK BONDOWOSO)

HALOJEMBER - Latte art, seni menghias permukaan kopi dengan motif menarik, kini semakin populer di kalangan pecinta kopi dan barista profesional.

Proses ini membutuhkan keterampilan, teknik yang tepat, serta latihan konsisten agar hasilnya sempurna.

Latte art bukan sekadar estetika, tetapi juga menunjukkan kualitas pembuatan kopi, mulai dari espresso hingga susu yang diolah dengan benar.

Salah satu wanita yang menekuni latte art, Lovany Azzahra berbagi pengalaman. Langkah pertama, katanya, dalam membuat latte art adalah mempersiapkan bahan dan peralatan yang sesuai.

Biji kopi espresso berkualitas tinggi, susu segar dengan kandungan lemak ideal, mesin espresso, steam wand, milk pitcher, dan cangkir kopi merupakan perlengkapan yang harus disiapkan.

Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper
Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper

"Ini semua penting untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa kopi yang pas," ungkapnya.

Setelah peralatan siap, langkah selanjutnya adalah membuat espresso. Proses ini melibatkan penggilingan biji kopi dengan tingkat kehalusan yang tepat, pemadatan menggunakan tamper, serta ekstraksi selama 25–30 detik.

"Hasil ekstraksi akan menghasilkan crema yang tebal dan stabil di permukaan espresso, yang menjadi pondasi penting dalam latte art," tuturnya.

Di sisi lain, proses krusial lainnya adalah steaming susu. Susu segar dipanaskan menggunakan steam wand hingga mencapai suhu sekitar 60°C.

Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan mikrofoam yang lembut dan mengilap. Mikrofoam yang baik akan menciptakan tekstur susu yang ideal untuk dituangkan dan membentuk motif di permukaan kopi.

Tahap menuang susu ke dalam espresso membutuhkan keterampilan tangan yang stabil.

Susu dituangkan dengan gerakan perlahan dari jarak tertentu, dan saat mendekati akhir, posisi pitcher harus lebih dekat dengan permukaan kopi untuk mulai membentuk motif.

"Yang paling umum ya bentuk hati, rosetta (daun), dan tulip. Itu butuh gerakan presisi antara tangan dan aliran susu," imbuhnya.

Langkah terakhir adalah penyajian. Setelah motif terbentuk dengan sempurna, kopi disajikan selagi panas agar rasa dan tampilannya tetap optimal.

Beberapa barista juga menambahkan bubuk kakao atau kayu manis sebagai sentuhan akhir.

"Latte art ini bukan cuma keterampilan teknis, tetapi juga tentang dedikasi dan latihan berulang kali, pungkasnya. (hlb/nur)

Editor : Halo Jember
#Latte art #kopi