HALOJEMBER - Membuat latte art bukan sekadar menciptakan gambar di atas permukaan kopi. Menurut Danil Firmansyah, seorang barista asal Desa Maesan, proses ini membutuhkan dedikasi dan keterampilan yang terus diasah.
"Latte art bukan hanya tentang menciptakan gambar, tetapi juga tentang waktu dan ketelitian. Salah satu tantangan terberat adalah mengatur waktu, karena latte art harus dibuat dengan cepat sebelum busa susu mulai mengendap," ungkap Danil.
Bagi Danil, kebiasaan membuat latte art lambat laun berubah menjadi sebuah passion.
Awalnya, ia hanya melakukannya untuk kesenangan pribadi, tetapi semakin lama, keinginan untuk menguasai teknik ini tumbuh lebih kuat.
"Setiap kali saya berhasil membuat latte art yang sempurna, ada rasa kepuasan tersendiri. Itu yang membuat saya terus berlatih dan berkembang," tambahnya.
Namun, membuat latte art tak hanya soal kesenangan pribadi. Bagi Danil, ini juga adalah kebanggaan.
"Kadang, membuat latte art itu seperti memamerkan hasil karya kita. Kalau berhasil, saya merasa bangga pada diri sendiri karena bisa memberikan sesuatu yang indah bagi pelanggan," katanya.
Meski demikian, dia mengakui bahwa tantangan terbesar adalah mengasah keterampilan dan menjaga konsentrasi.
Mengasah skill dalam dunia latte art memang membutuhkan fokus yang tinggi.
"Terkadang, kita harus fokus pada detail kecil dalam setiap goresan susu yang dituangkan ke dalam kopi. Kalau tidak, hasilnya bisa mengecewakan," tutur Danil.
Dalam proses ini, seorang barista dituntut untuk lebih fokus pada diri mereka sendiri dan hasil yang akan dicapai.
Keseruan semakin meningkat ketika latte art dibuat di hadapan banyak orang.
"Menjadi semakin menantang jika kita membuat latte art sambil disaksikan banyak orang. Kita harus tetap tenang agar tidak gugup. Biasakanlah diri untuk tampil di depan publik, agar bisa lebih percaya diri," ujar Danil, yang telah berpengalaman dalam berbagai kompetisi latte art.
Selain menjadi tantangan, membuat latte art juga membuka peluang untuk memperluas relasi antar barista atau latte artist.
"Saya bisa bertemu dengan banyak barista lainnya, belajar dari mereka, dan berbagi pengalaman. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk membangun komunitas dan memperkaya pengetahuan dalam dunia kopi," kata Danil, yang aktif dalam beberapa event latte art.
Berkat inspirasi dari para senior di dunia latte art, Danil merasa termotivasi untuk terus meningkatkan keterampilannya.
"Melihat karya-karya senior yang luar biasa itu memberikan saya dorongan untuk lebih semangat lagi. Saya ingin suatu saat bisa menciptakan karya seperti mereka dan menginspirasi barista muda lainnya," tutup Danil dengan penuh semangat. (hlb/nur)
Editor : Halo Jember