HALOJEMBER - Menggunakan sumpit dapat membantu seseorang makan dengan lebih terkontrol. Karena gerakan makan yang lebih lambat dan terfokus, pengguna sumpit cenderung makan lebih sedikit dan lebih sadar terhadap rasa kenyang.
Hal itu dapat membantu dalam pengaturan porsi makan dan pencegahan overeating.
Pandita Madya, Miao Mei Huang mengatakan, bambu yang melimpah di kalangan orang china, membuat mereka membuat alat makan berupa sumpit yang terbuat dari bambu.
Alat makan itu, menurutnya memiliki banyak filosofi. Mulai dari cara makan, cara membuat, hingga bentuknya.
"Bagian atas besar kemudian yang bawah kecil. Ini memiliki filosofi menghormati yang lebih besar. Jadi keseimbangan dalam kehidupan," terangnya.
Saat menggunakan sumpit untuk makan, hanya satu sumpit yang bergerak, sementara satunya pasif.
Satu pasang sumpit yang digunakan, menurut perempuan yang akrab disapa Ci Meme itu juga memiliki filosofi yin dan yang, atau energi positif dan negatif.
"Kalau digabungkan baru menghasilkan tenaga atau energi," imbuhnya.
Cara makan menggunakan sumpit dilakukan perlahan, serta mengambil satu persatu makanan yang akan disantap. Berbeda ketika menggunakan garpu atau sendok.
Hal itu mengajarkan agar tidak menjadi orang yang serakah. Serta mengajarkan kesabaran dan menikmati setiap hidangan.
"Kalau kita menikmati semua makanan. Berarti kita mensyukuri apa yang ada di depan kita," imbuhnya.
Dalam perkembangannya, sumpit tidak hanya dibuat dari bambu. Ada sumpit yang terbuat dari kayu hingga logam. Tanpa mengurangi bentuk dan ukuran sumpit yang seharusnya.
Biasanya sumpit dibuat dengan ukuran 7,6 inci, melambangkan 7 cita dan 6 nafsu manusia. Menggunakan alat itu, dapat menjadi bagian dari pengalaman makan yang otentik dan mendalam. (ham/nur)
Editor : Halo Jember