HALOJEMBER - Mengendalikan kuda besi atau motor trail bagi usia anak-anak tidaklah mudah.
Butuh latihan rutin hingga mahir mengoperasikannya. Seperti yang dilakoni oleh Syahwa Luna Nur Saputri, jago kendalikan kuda besi meski sering jatuh berkali-kali.
Jejak sang ayah menjadi panutan bagi Luna Donald sapaan akrabnya untuk menjadi pembalap motocross. ketertarikannya dengan dunia itu membuat dia semakin tertantang untuk menggelutinya.
Terbilang tidak mudah, karena butuh pengenalan dengan kuda besinya. Termasuk, saat dilapangan pun medan menjadi tantangan tersulit.
Banyak lompatan yang harus dilalui, bahkan tikungan tajam juga kerap menghantui.
Namun, menurut sang ibunda Novia mengatakan jika Luna seringkali terjatuh saat latihan.
Terutama di saat pertama kali terjun menjadi seorang pembalap. Karena, minimnya ilmu dan jam terbang yang kurang.
“Dulu sering jatuh sampai cidera, tapi anaknya tetap semangat dan ingin terus berlatih,” ucapnya.
Jatuh dan cidera sudah menjadi santapan tiap kali berlatih dan bertanding. Dia pun tidak pernah patah semangat justru semakin gigih berlatih.
“Anaknya emang powerfull, dan kalau belajar nggak nanggung. Contohnya buat jadi pembalap ini, mau medannya tinggi menantang tetap dilakoni,” pungkasnya. (dea/nur)
Editor : Halo Jember