HALOJEMBER - Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, perubahan pola makan saat sahur dan berbuka dapat mempengaruhi kondisi kesehatan, salah satunya adalah meningkatnya risiko hipertensi.
Konsumsi makanan tinggi garam tanpa disadari sering menjadi kebiasaan yang dapat memicu tekanan darah tinggi selama berpuasa.
Ahli kesehatan mengingatkan bahwa makanan asin seperti telur asin, ikan asin, keripik kentang, dan berbagai jenis camilan ringan yang mengandung natrium tinggi sebaiknya dibatasi.
Kandungan garam yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan lainnya, termasuk penyakit jantung dan stroke.
Menurut berbagai studi medis, asupan garam yang berlebihan dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh, yang berdampak pada peningkatan tekanan darah.
Selain itu, kurangnya asupan cairan selama puasa juga bisa memperburuk kondisi ini, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat hipertensi.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memilih makanan dengan kadar garam yang lebih rendah dan memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Kesadaran akan bahaya hipertensi selama puasa juga disampaikan oleh berbagai institusi kesehatan, salah satunya Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Jember.
Dalam unggahan terbarunya, RSGM Unej mengingatkan masyarakat untuk menghindari makanan tinggi natrium agar ibadah puasa tetap lancar tanpa gangguan kesehatan.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan segar seperti buah dan sayuran, memperbanyak minum air putih, serta mengurangi makanan olahan yang tinggi garam.
Dengan pola makan yang lebih sehat, risiko hipertensi dapat ditekan sehingga puasa dapat dijalani dengan kondisi tubuh yang lebih bugar.
Editor : Halo Jember