Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

7 Pertanyaan yang Haram Ditanyakan saat Momen Silaturahim Lebaran Bersama Keluarga

Halo Jember • Sabtu, 29 Maret 2025 | 22:00 WIB
Kebersamaan saat Lebaran (Canva)
Kebersamaan saat Lebaran (Canva)
 
HALOJEMBER - Hayo, siapa yang suka risih dan merasa terganggu saat mendengar pertanyaan yang menyenggol perasaan? Pasti banyak yang merasakan hal ini, deh.

Nah, terkadang kita sendiri yang lupa akan hal-hal sensitif yang seharusnya tidak dibawa saat momen penting, salah satunya momen saat kumpul hari raya bersama keluarga.

Menjaga mulut agar tidak melontarkan perkataan yang menyakiti hati orang lain memang terkadang sulit.

Maka dari itu, kita perlu mengingat hal-hal apa saja yang tidak perlu ditanyakan saat kumpul bersama saudara dan keluarga juga teman agar tidak merusak suasana.

Berikut beberapa pertanyaan yang pantang diucapkan saat Lebaran yang akan datang.

1. Kerja di Mana?

‘Udah kerja? Di mana?’ Pertanyaan yang satu ini sangat sering kita dengar saat momen kumpul bersama keluarga besar. Biasanya, orang yang lebih tua akan bertanya kepada anggota keluarga yang lebih muda karena dianggap belum mapan.

Bagi orang yang belum punya pekerjaan, tentu pertanyaan ini akan terasa nyelekit di hati. Nah, jika kamu belum tahu pasti orang itu punya pekerjaan atau tidak, apalagi belum kenal dekat, jangan diberi pertanyaan yang satu ini, ya.

2. Penghasilannya Berapa?

Selain tanya soal pekerjaan, biasanya pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah soal gaji. ‘Kerja di perusahaan X, dapat berapa?’

Pertanyaan yang satu ini bisa jadi super sensitif karena termasuk privasi. Jangan menanyakan penghasilan seseorang karena gaji merupakan hal yang pribadi.

Orang akan merasa risih jika tiba-tiba ditanya soal gaji, padahal yang kerja bukan mereka. Apalagi, biasanya orang yang bertanya soal penghasilan mempunyai niat untuk ‘pinjam seratus’, alias mau berhutang.

Jadi, pertanyaan yang satu ini juga pantang untuk ditanyakan saat kumpul bersama karena bisa merusak suasana.

3. Mana Pasangannya?

Bagi orang yang masih jomlo, pasti sudah sangat sering mendengar pertanyaan yang satu ini dari semua kalangan.

‘Mana pacarnya? Kok, nggak dibawa ke sini?’ ‘Kok masih sendiri?’

Pertanyaan semacam ini patut dihindari karena manusia tidak ada yang tahu kapan jodoh akan datang.

Yang harus dilakukan adalah cukup dengan mendoakan orang yang dimaksud agar senantiasa bahagia.

4. Kapan Nikah?

‘Mana undangannya?’ ‘Tanggal berapa, nih?’

Pertanyaan yang satu ini juga haram hukumnya untuk dilontarkan saat momen Lebaran nanti.

Apalagi, jika tahu orangnya belum punya pasangan. Kalau pasangan saja belum punya, gimana mau nikah?

Selain itu, siapa tahu memang orang yang dimaksud memang tidak ingin menikah, melainkan membujang hingga akhir hayat.

5. Kapan Isi? Kapan Punya Momongan?

‘Kapan punya anak?’

Jangan sekali-kali mengucapkan pertanyaan ini di depan orang yang baru menikah, ya. Karena, siapa tahu mereka adalah ‘pejuang garis dua’. Atau bahkan, ternyata mereka pakai prinsip childfree yang baru-baru ini booming.

Pertanyaan ini bisa membuat mood jadi berantakan, hingga merusak suasana bahagia yang sudah tercipta.

6. Kapan Lulus? Udah Sampai Mana Skripsinya?

Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, pertanyaan yang satu ini juga tidak boleh dilontarkan kepada seseorang.

‘Udah sampe mana skripsinya? Buruan lulus.’

Pertanyaan ini tentu menyinggung hati seorang mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsinya. Padahal, bukan mereka yang bertanya yang mengerjakan tugas akhir si dia.

Bisa-bisa, kamu dimusuhi kalau bertanya soal ini.

7. Kok Gemukan? Kok Kurusan?

Hindari juga pertanyaan yang membuat kita seperti orang yang intoleransi terhadap keadaan orang lain.

Pertanyaan seperti ‘Kamu kok kurusan? Kok tambah gemuk?’ tidak patut diucapkan kepada seseorang apalagi saat kumpul bersama.

Pertanyaan ini membuat sebuah perkumpulan menjadi tidak inklusif karena cenderung diskriminatif terhadap seseorang.

Nah, itulah beberapa pertanyaan yang haram hukumnya dilontarkan saat momen Lebaran bersama keluarga dan teman agar tidak merusak suasana.

Jangan sampai kita menjadi orang yang tidak punya hati karena tidak bisa menjaga lisan.


 

 Penulis: MG25 Hafidzah Aulia Salsabila

Editor : Halo Jember
#Silaturahim #lebaran #keluarga