HALOJEMBER - Lebaran bukan sekadar tentang ketupat, opor, atau angpao, tapi juga momen untuk mempererat tali silaturahmi. Namun, tanpa disadari, kadang kita melakukan hal-hal yang justru bikin suasana jadi kurang nyaman.
Nah, biar momen berkumpul dengan keluarga dan kerabat tetap berkesan, simak etika silaturahmi yang perlu diperhatikan saat Lebaran!
Hal yang boleh dilakukan saat silaturahim:
1. Datang Tepat Waktu (Kasih Kabar Kalau Telat)
Jangan sampai bikin tuan rumah menunggu terlalu lama. Kalau memang terkendala macet atau ada urusan mendadak, kabari dulu. Lebih baik telat sedikit daripada datang tanpa pemberitahuan dan bikin hidangan jadi dingin.
2. Bawa Oleh-Oleh Kecil
Tidak perlu mahal, yang penting tulus. Kue kering buatan sendiri, buah tangan khas kota asalmu, atau bahkan sekadar cokelat bisa jadi tanda bahwa kamu menghargai undangan mereka.
3. Perhatikan Durasi Berkunjung
Silaturahmi itu enak, tapi jangan sampai keasyikan ngobrol hingga lupa waktu. Apalagi kalau tuan rumah mungkin masih harus menerima tamu lain atau butuh istirahat. 1-2 jam adalah durasi ideal untuk kunjungan Lebaran.
4. Gunakan Bahasa yang Sopan
Meskipun sudah akrab, tetap perhatikan cara bicara, terutama dengan orang yang lebih tua. Hindari candaan yang berisiko menyinggung atau membuat tidak nyaman.
5. Tawarkan Bantuan
Jika melihat tuan rumah sibuk menyiapkan makanan atau membereskan meja, jangan ragu untuk menawarkan bantuan. Sekadar mengambilkan minum atau membantu membereskan piring bekas makan pun sudah sangat berarti.
Hal yang tidak boleh dilakukan saat silaturahim:
1. Jangan Asal Buka Topik Sensitif
Pertanyaan seperti "Kapan nikah?" atau "Kapan punya anak?" bisa bikin suasana jadi canggung. Simpan dulu topik-topik berat untuk obrolan lain di luar Lebaran.
2. Hindari Memaksakan Diri Jika Tidak Diundang
Silaturahmi itu penting, tapi memaksa datang ke rumah orang yang tidak mengundangmu bisa bikin mereka kewalahan. Jika ingin bersilaturahmi, lebih baik kirim pesan dulu untuk menanyakan kesediaan mereka.
3. Jangan Buka HP Terus-Menerus
Kecuali ada urusan penting, usahakan untuk mengurangi waktu layar atau reduce screen time. Fokuslah pada obrolan dengan keluarga atau kerabat yang mungkin jarang kamu temui.
4. Jangan Kritik Makanan atau Sambutan
Meskipun masakannya kurang sesuai selera atau rumahnya berantakan karena banyak tamu, tahan diri untuk tidak mengomentarinya. Hargai usaha tuan rumah yang sudah menyiapkan segalanya.
5. Jangan Lupa Ucapkan Terima Kasih
Sebelum pulang, ucapkan terima kasih atas sambutan dan jamuan mereka. Kalau bisa, tambahkan kalimat seperti "Semoga tahun depan bisa ketemu lagi ya!" untuk menutup kunjungan dengan kesan hangat.
Silaturahmi Lebaran seharusnya jadi momen yang menyenangkan, bukan malah bikin stres. Dengan menjaga etika sederhana di atas, kita bisa memastikan bahwa kunjungan kita tetap berkesan tanpa meninggalkan kesan kurang baik. Kamu sendiri? Biasanya paling jaga hal apa saat bersilaturahmi?
Penulis: MG25 Ailatul Miza Zulfa
Editor : Halo Jember