JEMBER, Halo Jember - Mesin pemanen kombinasi atau Combine Harvester dirasa menjadi solusi. Tapi di sisi lain, secara perlahan menyingkirkan peran dan posisi buruh tani.
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (Unej) Prof Soni Sisbudi Harsono mengatakan, pemakaian teknologi seharusnya berbasis selective mechanization.
Artinya, pemakaian mesin pertanian itu tergantung budaya setempat dan tidak boleh dipaksakan. Di daerah tertentu mungkin bisa, tapi di daerah lainnya belum tentu.
Soni menyebut, penggunaan combine harvester bisa menjadi solusi sulitnya mencari buruh tani di beberapa wilayah akibat rendahnya minat anak muda pada dunia pertanian.
Apalagi, padi yang siap panen tak bisa ditunda. Jika tidak, maka bakal mengurangi hasil panen.
“Tapi di wilayah tertentu ada pekerja yang masih banyak, sehingga kalau pakai mesin akan banyak juga buruh tani yang menganggur,” katanya.
Menurutnya, mesin yang dirancang taktis itu bisa mengurangi biaya produksi. Asalkan, lanjutnya, tidak ada monopoli tarif sewanya.
Ketika panen raya, banyak yang ingin pakai combine harvester. Sementara yang punya hanya satu orang.
Selanjutnya, harga sewa juga rentan naik. “Maka perlu ada mekanisme koperasi penyewaan mesin atau satu kelompok tani punya satu,” tuturnya
Secara umum, combine harvester itu memadukan proses pemangkasan, perontokkan, pemisahan, hingga pengumpulan gabah dalam satu rangkaian terintegrasi.
Apalagi pemakaian mesin itu mampu mengurangi kehilangan hasil panen.
Pada performa mesin yang bagus, kecanggihannya bisa membuat hasil panen terkumpul sesuai harapan sampai 99,9 persen.
“Nyaris tak ada gabah yang tercecer di lahan atau masih tertinggal di tangkai,” imbuhnya.
Sebelum memakai mesin panen tersebut, hal mendasar yang perlu dipikirkan adalah akses menuju sawah. Apalagi, tidak semua sawah milik petani berada di pinggir jalan.
Dia menyarankan agar beberapa petani di satu wilayah bekerja sama untuk melakukan penanaman padi hampir bersamaan.
“Bisa dimulai dari yang posisinya di tepi jalan disusul sawah yang berada di tengah. Sehingga saat panen combine harvester tak terkendala akses jalan,” terangnya. (sil/dwi)
Editor : Sidkin