Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tumbler Jadi Gaya Hidup Pelajar Bondowoso: Ramah Lingkungan dan Lebih Ramah di Kantong

Sidkin • Senin, 19 Mei 2025 | 02:45 WIB
DIBIASAKAN: Siswa SMKN 2 Bondowoso menunjukan botol minum yang mereka bawa secara pribadi dari rumahnya. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
DIBIASAKAN: Siswa SMKN 2 Bondowoso menunjukan botol minum yang mereka bawa secara pribadi dari rumahnya. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

 

BADEAN, Halo Jember - Tumbler tidak sekedar sebagai tempat untuk menyimpan air minum. Tapi tumbler juga sudah menjadi gaya hidup untuk mencintai lingkungan.

Bel istirahat berbunyi, para siswa SMKN 2 Bondowoso pun secara perlahan-lahan keluar kelas dan sebagian besar menuju kantin sekolah.

Pemandangan sedikit berbeda adalah setiap siswa menggenggam tumbler.

Dilihat lebih dekat, botol air minum siswa pun cukup beragam. Baik bentuk hingga warnanya.

Bahkan, tak sedikit menempelkan stiker-stiker lucu hingga stiker bintang K-Pop.

Bagi Siti Anisa Robbania siswa SMKN 2 Bondowoso, membawa tumbler di sekolah sejatinya adalah hal yang biasa dia lakukan.

Sebelum pihak sekolah mewajibkan membawa botol air minum, dia juga sering membawa tumbler.

Namun, seiring berjalannya waktu tumbler yang dia bawa tidak hanya melihat dari fungsi sebagai penyimpan air minum.

Tapi bentuk dan warna yang indah juga dia perhatikan. Bahkan, dia semakin bangga membawa tumbler yang unik dan lucu di sekolah.

Bangganya membawa tumbler ke sekolah itu, juga didasari sebagai upaya mencintai lingkungan.

Dia menilai, kebiasaan tersebut membuat mereka lebih hemat.

Manfaat lainnya adalah mengurangi sampah botol plastik di lembaga pendidikan.

“Sebelumnya sempat kewalahan ketika menangani sampah plastik,” kata siswa yang aktif sebagai anggota Pramuka itu.

Sampah botol plastik di SMKN 2 Bondowoso biasanya didaur ulang menjadi ecobrick. Sisanya biasanya dijual oleh siswa.

Meski sejumlah siswa mulai terbiasa menggunakan tumbler, namun menurutnya masih ada siswa yang membeli air mineral kemasan.

“Ini hal kecil, tapi sangat berdampak,” imbuhnya.

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMKN 2 Bondowoso Nely Cahya mengatakan, imbauan untuk penggunaan tumbler di sekolah bertujuan untuk mewujudkan sekolah sehat.

Sebelumnya, mereka juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso. Apalagi mereka juga ditunjuk sebagai sekolah aman pangan.

“Kami mendapat perintah sekolah aman pangan. Termasuk untuk tumbler itu sendiri,” tuturnya.

Dia juga menyebut, dalam waktu dekat akan disediakan galon air di setiap kelas.

Sehingga siswa cukup membawa tumbler dari rumahnya masing-masing.

Baca Juga: Gaya Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Berdiferensiasi Hanya Mitos? Opini : Ahmad Falah

Hal itu dinilai langkah efektif untuk mengurangi sampah botol plastik di lingkungan sekolah.

“Setelah kami lakukan evaluasi, ternyata sampah botol banyak sekali. Jenisnya bukan hanya botol air mineral saja,” pungkasnya. (ham/dwi)

Editor : Sidkin
#Botol Plastik Bekas #Botol plastik #botol air minum #tumbler #botol minuman