BADEAN, Halo Jember - Sampah plastik merupakan persoalan yang belum terselesaikan, termasuk di SMKN 2 Bondowoso.
Dengan lahan yang terbatas sementara jumlah siswa mencapai ratusan orang, sekolah masih kewalahan menangani sampah botol plastik.
Maka tak heran para siswa mulai dibiasakan untuk menggunakan tumbler sebagai wadah minuman.
Koordinator P5 SMKN 2 Bondowoso Dyah Rembulansari mengatakan, meski selama ini sampah botol plastik yang dihasilkan siswa didaur ulang menjadi ecobrick.
Namun hal tersebut masih menghasilkan sampah baru. Apalagi produk yang dihasilkan juga tak dapat bertahan lama.
Oleh sebab itu mereka membuat kesepakatan untuk siswa agar menggunakan tumbler.
“Harapannya bukan guru yang membuat peraturan. Melainkan kesadaran siswa sendiri,” katanya.
Salah satu kesepakatan tersebut, di antaranya menggunakan tumbler di sekolah untuk mengurangi jumlah sampah botol plastik.
Awalnya ada kelas yang dijadikan percontohan siswa membawa tumbler.
Selanjutnya, semua siswa diwajibkan membawa tumbler.
Pegiat Lingkungan Bondowoso Murti Jasmani turut menyambut baik gaya hidup baru tersebut.
Menurutnya, penggunaan tumbler di lembaga pendidikan, merupakan salah satu sasaran dari sekolah Adiwiyata.
“Sekolah harus memiliki mindset terhadap lingkungan. Salah satunya ya penggunaan tumbler ini,” ujarnya.
Murti menilai, minum merupakan kebutuhan bagi manusia.
Namun harus dipastikan air yang diminum serta wadah yang digunakan.
Salah satu manfaat penggunaan tumbler adalah mengukur jumlah air yang dikonsumsi setiap hari. Sebab dalam sehari, manusia membutuhkan minimal 2 liter air. (ham/dwi)
Editor : Sidkin