Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Lari Sore di Bondowoso: Dari Tren, Fomo, dan Kini Malah Ketagihan, Ini Kata Para Pelari

Sidkin • Minggu, 22 Juni 2025 | 15:00 WIB

 

Sejumlah warga berlari dan menikmati suasana sore di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso.
Sejumlah warga berlari dan menikmati suasana sore di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso.

BONDOWOSO, Halo Jember - Olahraga lari makin banyak digemari. Dari sebuah tren, bergeser ke fomo, dan kini menjadi gaya hidup banyak orang. Tak terkecuali di Bondowoso. Bahkan, aktivitas lari ini tak hanya sering dijumpai pagi hari, tetapi juga sore hari.

ILHAM WAHYUDI, Bondowoso

SETIAP sore, Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso selalu ramai.

Di antara anak-anak yang bermain, pasangan muda-mudi maupun keluarga yang duduk bercengkerama, ada sebagian masyarakat yang memilih berolahraga lari.

Mengitari jalur paving dan jalan pusat kota, hal itu jadi pemandangan yang terlihat setiap hari.

Mereka adalah pelari sore-sebutan yang kini familiar bagi warga Bondowoso.

Tak lagi dianggap aneh, justru jadi pemandangan yang lumrah.

Setiap sore, puluhan bahkan ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai pelajar, ASN, pensiunan hingga masyarakat umum, larut dalam rutinitas baru, yakni lari mengelilingi jantung kota Bondowoso.

Tren lari sore di Alun-Alun Bondowoso mulai mencuat sejak beberapa waktu terakhir.

Mereka yang awalnya sekadar ikut-ikutan, kini justru tak bisa lepas dari aktivitas tersebut.

“Awalnya cuma untuk mengisi waktu luang. Sekarang malah ketagihan,” kata Firmansyah, warga Bondowoso saat ditemui seusai berlari di sekitar alun-alun.

Dia mengaku, mulai ikut lari untuk mengurangi lemak dan kolesterol dalam tubuhnya.

Selain itu, lari jadi sarana melepaskan penat dan stres dari aktivitas rutin setiap hari.

“Kalau nggak lari, rasanya ada yang kurang,” akunya sembari menyeka keringat.

Sementara itu, Arjuna, warga Desa Sukowiryo Bondowoso mengatakan, berlari sore hari di alun-alun bukan sekadar membakar kalori. Tapi juga bisa me-refresh tubuh.

“Kalau lari sore itu rasanya kayak me-restart isi kepala,” ujarnya.

Dia juga mengaku, awalnya penasaran untuk berlari di kawasan jantung kota, apalagi setiap sore selalu ramai pelari.

Oleh sebab itu, dia mencoba untuk berolahraga di tempat itu. Akhirnya, dirinya juga ketagihan.

“Kalau kata Gen Z itu, awalnya Fomo. Eh, malah keterusan sampai sekarang,” pungkasnya lalu tersenyum. (ham/kin)

Editor : Sidkin
#tren #Lari Sore #lari #gaya hidup #bondowoso #fomo