Si mungil di ujung jari ini kini menjelma jadi media ekspresi yang tak kalah mencolok. Ya, cat kuku atau kutek kini tidak lagi dipakai untuk acara pernikahan saja. Tapi juga dipakai untuk tampil pede sehari-hari.
M ADHI SURYA, Jember
Ngomongin tren gaya penampilan memang tak pernah ada habisnya.
Dari rambut yang diwarnai hingga sepatu edisi terbatas, semua jadi bagian dari cara seseorang mengekspresikan diri.
Menariknya, kini kuku pun turut ambil bagian dalam dunia fesyen.
Kutek atau cat kuku yang dulunya identik dengan acara formal seperti pesta pernikahan, kini berubah menjadi elemen penunjang gaya sehari-hari yang tak kalah penting.
Kehadiran kutek dalam berbagai warna dan tekstur turut mendorong popularitasnya.
Tak hanya warna klasik seperti merah atau nude, kini hadir warna neon, pastel, hingga efek glitter dan chrome yang memberi sentuhan futuristik.
Desain nail art pun berkembang menjadi lebih artistik dan personal, mulai dari motif geometris hingga ilustrasi mini.
Nur Layla Romadoni, mahasiswi yang kerap menggunakan kutek mengaku, menggunakan cat kuku kini sudah menjadi rutinitasnya.
Baca Juga: Menengok Bisnis Nail Art di Lumajang, Cantiknya Dapet Cuannya Juga Dapet
“Dulu orang pakai kutek hanya untuk kondangan atau acara khusus. Sekarang, teman-teman sudah banyak yang menggunakan di kampus,” ujarnya.
Menurutnya, kutek membuat penampilan terlihat lebih fresh dan rapi. Sekaligus menjadi sarana untuk mengekspresikan suasana hati.
Tren ini juga dipengaruhi oleh media daring. Banyak content creator membagikan video tutorial nail art, review kutek lokal maupun internasional, hingga tips memilih warna kutek sesuai tone kulit.
“Dengan itu, kemudian kutek menjadi familiar dalam style sehari-hari,” imbuhnya.
Beragam informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Jember, industri kecantikan pun tak tinggal diam.
Brand lokal berlomba-lomba merilis produk kutek dengan formula ramah lingkungan, cepat kering, dan bebas bahan kimia berbahaya.
Tak sedikit pula yang meluncurkan koleksi edisi terbatas bekerja sama dengan artis atau desainer lokal.
Hal itu menjadikan kutek bukan sekadar kosmetik, tapi juga bagian dari gaya hidup dan identitas.
Kutek kini bukan lagi sekadar pelengkap saat berdandan.
Ia telah menjelma menjadi media ekspresi diri yang merambah dunia per-fashionan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari kampus hingga ruang kerja, dari perempuan hingga pria, cat kuku kini tampil sebagai pernyataan gaya yang personal, penuh warna, dan tentu saja, relevan dengan zaman.(dhi/dwi)
Editor : Sidkin