NGOPI tanpa gula identik dengan orang tua yang menjaga kesehatannya. Tapi sekarang anak muda juga rajin pesan kopi hitam polos.
Budaya minum kopi tanpa gula menjelma jadi bagian dari gaya hidup urban, bahkan identik dengan pribadi yang tegas, jujur, dan tahu apa yang dia mau.
“Kopi tanpa gula tuh aku banget. Rasanya langsung to the point. Nggak manis-manis palsu,” celetuk Deviatus Zahra (24), pengunjung salah satu kedai kopi di Kelurahan Tamansari.
Tidak sedikit kedai kopi Bondowoso yang kini menyediakan pilihan single origin tanpa gula dengan cara seduh manual seperti V60 atau french press.
“Menurut ku anak muda sekarang tertarik ke kopi lokal yang kuat, original, dan berkarakter,” imbuh Devi.
Minum kopi tanpa gula, menurutnya, bukan hanya soal manfaat kesehatan.
Di kalangan penikmat kopi sejati, ini adalah bentuk penghormatan terhadap proses. Mulai dari penanaman, panen, sangrai, hingga penyeduhan.
Dia menilai, minum kopi pahit kini bukan lagi soal selera tua, tapi simbol generasi muda yang mulai berpikir kritis terhadap apa yang mereka konsumsi.
“Dalam secangkir kopi tanpa gula, ada pesan kuat,” pungkasnya. (ham/faq/dwi)
Editor : Dwi Siswanto