Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengenal Thrifting, Gaya Keren Harga Miring yang Digandrungi Banyak Anak Muda

Sidkin • Rabu, 24 September 2025 | 01:23 WIB
Thrifting berburu barang branded dengan harga terjangkau ( pinterest )
Thrifting berburu barang branded dengan harga terjangkau ( pinterest )

HALO JEMBER -  Tren fesyen thrifting kini menjelma menjadi fenomena gaya hidup baru yang digemari oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda.

Sebelumnya banyak orang berfokus pada pembelian barang baru.

Namun hadirnya fenomena thrifting justru menawarkan kesempatan untuk membeli barang branded dengan harga yang ramah di kantong.

Lalu apa itu thrifting? Thrifting adalah kegiatan membeli barang bekas atau second yang berasal dari impor dengan harga yang terjangkau.

Barang thrifting umumnya memiliki kondisi yang tidak 100 persen mulus tetapi masih layak dipakai dan memiliki keunikan tersendiri.

Barang thrift banyak diburu karena biasanya stok terbatas atau langka.

Thrifting ternyata bukan fenomena baru, tetapi konsep ini sudah ada sejak lama.

Di Eropa konsep ini sudah ada sejak abad ke-19, thrift shop mulanya muncul untuk membantu orang yang membutuhkan dengan harga terjangkau.

Pada tahun 1940-an hingga 1950-an, thrifting menjadi populer di kalangan remaja sebagai cara mengekspresikan gaya pribadi.

Thrift adalah opsi yang tepat ketika harga kebutuhan pokok semakin hari semakin naik.

Saat ini, tren ini populer di kalangan anak muda sebagai alternatif untuk tetap tampil stylish dengan harga terjangkau.

Selain menawarkan fashion yang keren dan unik, thrifting menjadi pilihan anak muda sebagai upaya untuk gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Tren thrifting dianggap sebagai salah satu cara untuk mengurangi limbah fashion yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

United Nations Environmental Programme mengungkapkan bahwa industry fashion menjadi salah satu penyumbang terbesar limbah tekstil global dengan produksi sekitar 92 juta ton setiap tahunnya.

Sementara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappennas) menyatakan timbunan limbah tekstil di Indonesia diperkirakan mencapai hingga 2,3 juta ton per tahun.

Jumlah ini akan terus meningkat sebesar 70% apabila tidak dilakukan intervensi.

Tak heran, banyak yang menganggap bahwa thrift bukan sekadar tren fashion, melainkan gaya hidup baru yang lebih ramah bumi.

Thrifting tidak hanya menjadi tren populer di kalangan generasi muda.

Namun, di balik itu semua terdapat prinsip pelestarian lingkungan, penolakan budaya konsumtif berlebihan, serta ekspresi gaya yang unik dan kreatif.

Meski begitu, para pecinta thrifting tetap disarankan berhati-hati.

Pakaian bekas yang dibeli sebaiknya dicuci dengan benar sampai bersih sebelum digunakan untuk menghindari risiko kuman dan iritasi kulit.

Dengan kombinasi harga terjangkau, gaya yang unik dan kreatif, serta nilai keberlanjutan, tren thrifting memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih dari sekadar fenomena sesaat.

Bagi kamu yang ingin tampil stylish tanpa harus keluar biaya besar, thrift jelas jadi pilihan yang sulit dilewatkan.*

 

Penulis: Fida Nurfauziah Mufiana

Editor : Sidkin
#Thrifiting #gaya keren #thrift baju bekas #fashion #Harga Miring