HALOJEMBER - Selingkuh sering dianggap cuma soal “niat jahat” atau kurang setia. Padahal, di balik kasus perselingkuhan, ada pola perilaku yang bisa dikenali.
Banyak orang baru sadar setelah kejadian padahal tanda-tandanya sering muncul dari awal hubungan.
Fenomena ini ramai dibahas di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Lewat cerita warganet, makin banyak orang belajar membedakan hubungan sehat dan hubungan yang penuh red flag.
Tipe Orang yang Rentan Selingkuh (Berdasarkan Pola Perilaku)
- Si Pencari Validasi
Butuh pujian terus. Kalau di rumah nggak dapat atensi, cari pengakuan di luar.
- Si Hobi Main Aman
Nggak mau putus, tapi juga nggak mau komit penuh. Punya “cadangan” buat jaga-jaga.
- Si Baperan & Impulsif
Mudah kebawa suasana. Lagi ribut dikit, langsung curhat ke orang lain sampai keterusan.
- Si Suka Tantangan
Bosenan. Makin dilarang, makin tertantang. Bukan soal cinta—lebih ke adrenalin.
- Si Manipulatif
Pintar ngeles, bikin pasangannya merasa bersalah, dan sering memutarbalikkan fakta.
Perlu dicatat: tipe-tipe ini bukan “label mutlak”. Orang bisa berubah kalau mau refleksi diri dan bertanggung jawab. Tapi buat kamu yang lagi PDKT atau menjalani hubungan, mengenali polanya bisa jadi alarm awal biar nggak kejebak di hubungan yang bikin capek mental.
Psikolog hubungan bilang, hubungan sehat itu konsisten, jujur, dan punya batasan jelas. Kalau dari awal sudah sering bohong, defensif berlebihan, atau suka nyalahin kamu atas perilakunya sendiri itu tanda buat lebih waspada.
Intinya, selingkuh bukan cuma soal ketemu orang ketiga, tapi soal pola menghargai (atau tidak menghargai) komitmen. Sayang diri sendiri juga bagian dari cinta. Kalau red flag-nya kebanyakan, mungkin saatnya kamu pasang rem.
Editor : Viona Rj