Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Fenomena Platonic Relationship Kian Populer, Relasi Tanpa Romansa Jadi Pilihan Anak Muda

Mat Hari • Rabu, 25 Februari 2026 | 19:00 WIB

Ilustrasi pria dan wanita yang sedang menjalin platonic relationship (Freepik)
Ilustrasi pria dan wanita yang sedang menjalin platonic relationship (Freepik)

HALOJEMBER— Istilah platonic relationship atau hubungan platonik semakin sering dibahas di kalangan anak muda. Hubungan ini merujuk pada kedekatan emosional yang kuat tanpa unsur romantis maupun seksual.

Pakar menilai, hubungan platonik menjadi alternatif relasi yang sehat di tengah dinamika pertemanan dan relasi modern.

Dalam hubungan platonik, dua orang dapat saling memberi dukungan emosional, rasa aman, serta kedekatan layaknya pasangan, namun tanpa komitmen romantis.

Bentuk relasi ini umum terjadi dalam pertemanan dekat, sahabat lintas gender, hingga relasi kerja yang berkembang menjadi ikatan emosional yang kuat.

Kejelasan batasan menjadi kunci agar hubungan tetap sehat dan tidak menimbulkan salah paham.

Psikolog menjelaskan bahwa meningkatnya minat pada hubungan platonik dipengaruhi oleh kesadaran akan pentingnya batasan emosional dan kebutuhan akan koneksi yang aman tanpa tekanan romantis.

Sebagian individu memilih relasi platonik karena sedang memprioritaskan pengembangan diri, pemulihan dari hubungan sebelumnya, atau memang merasa nyaman dengan bentuk kedekatan non-romantis.

Fenomena ini turut diperkuat oleh diskusi relasi di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Banyak warganet berbagi pengalaman tentang “bestie platonic” atau “emotional support friend” yang memberi rasa ditemani tanpa tuntutan pacaran.

Meski dinilai sehat, pakar mengingatkan bahwa hubungan platonik tetap memerlukan komunikasi terbuka.

Perasaan bisa berkembang seiring waktu, sehingga penting bagi kedua pihak untuk jujur tentang batasan dan ekspektasi.

Tanpa komunikasi yang jelas, hubungan platonik berpotensi berubah menjadi relasi yang membingungkan secara emosional.

Para ahli menegaskan bahwa tidak ada satu bentuk relasi yang cocok untuk semua orang. Hubungan platonik, romantis, maupun bentuk relasi lain sama-sama valid selama dijalani dengan kesepakatan, rasa hormat, dan kejujuran.

Meningkatnya kesadaran akan ragam bentuk hubungan diharapkan membantu masyarakat membangun relasi yang lebih sehat dan saling menghargai.

 

Editor : Harry Erje
#Platonic Relationship