HALOJEMBER - Anxious attachment atau pola kelekatan cemas semakin sering dibahas dalam konteks relasi modern.
Individu dengan pola ini cenderung sangat membutuhkan kedekatan emosional dan kepastian dalam hubungan.
Pola kelekatan cemas bukanlah sifat “manja” semata, melainkan respons emosional yang terbentuk dari pengalaman relasional di masa lalu.
Sejumlah ciri yang umum ditemukan pada individu dengan anxious attachment antara lain:
Takut ditinggalkan atau ditolak
Mudah cemas jika pasangan terlihat berubah sikap atau kurang responsif.
Butuh validasi berulang
Sering mencari kepastian lewat kata-kata, perhatian, atau respon cepat dari pasangan.
Overthinking berlebihan
Pesan yang belum dibalas atau perubahan kecil dalam sikap pasangan bisa memicu kecemasan.
Sulit merasa aman dalam hubungan
Meski hubungan berjalan baik, tetap merasa ada ancaman kehilangan.
Cenderung bergantung secara emosional
Kebahagiaan sangat dipengaruhi oleh respons dan keberadaan pasangan.
Takut konflik, tapi juga takut diabaikan
Bisa menahan perasaan demi menjaga hubungan, namun di saat lain mudah meledak karena kecemasan menumpuk.
Anxious attachment sering berakar dari pengalaman masa kecil atau relasi sebelumnya yang tidak konsisten secara emosional.
Pengalaman tersebut membentuk kebutuhan kuat akan kepastian dan rasa aman dalam hubungan di masa dewasa.
Topik anxious attachment makin populer seiring maraknya konten edukasi relasi di media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Meski membantu meningkatkan kesadaran, istilah ini tidak digunakan untuk melabeli atau menyalahkan diri sendiri maupun orang lain.
Editor : Harry Erje