Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ciri-Ciri Orang Playing Victim yang Perlu Diwaspadai Agar Tidak Terjebak Dalam Drama

Mat Hari • Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:35 WIB

 

Ilustrasi orang playing victim (Mat/AI)
Ilustrasi orang playing victim (Mat/AI)

HALOJEMBER- Playing victim adalah pola perilaku ketika seseorang memposisikan diri sebagai korban terus-menerus, bahkan saat ia ikut berkontribusi pada masalah.

Tujuannya bisa sadar atau tidak sadar mencari simpati, menghindari tanggung jawab, atau mengontrol situasi.

Mengenali tandanya penting supaya kita tidak terjebak dalam dinamika yang melelahkan secara emosional.

1) Selalu merasa paling tersakiti

Apa pun konteksnya, ia menempatkan dirinya sebagai pihak yang paling dirugikan. Sudut pandang orang lain jarang diakui.

2) Menghindari tanggung jawab

Saat terjadi konflik, fokusnya pada “aku disakiti”, bukan pada perannya sendiri. Kesalahan sering dialihkan ke orang lain atau keadaan.

3) Memutarbalikkan cerita

Narasi dibuat selektif: bagian yang menguntungkan dirinya ditonjolkan, bagian yang menunjukkan kontribusinya pada masalah dihilangkan.

4) Menggugah simpati berlebihan

Sering curhat ke banyak orang untuk mengumpulkan dukungan, bukan untuk mencari solusi. Validasi menjadi tujuan utama.

5) Reaktif saat dikritik

Umpan balik yang wajar dianggap serangan. Responsnya bisa defensif, menyalahkan, atau membuat orang lain merasa bersalah.

6) Pola berulang, masalah serupa

Konflik dengan banyak orang, tapi ceritanya selalu: “aku korban”. Pola ini terjadi lintas hubungan dan situasi.

7) Manipulasi halus

Bisa muncul dalam bentuk guilt-tripping (“kalau kamu peduli, kamu nggak akan…”), diam berkepanjangan, atau ancaman emosional tersirat.

Bedakan dengan korban sungguhan

Tidak semua orang yang mengaku terluka itu playing victim. Korban sungguhan bisa saja terluka nyata, terbuka pada refleksi, dan mau mencari solusi. Playing victim biasanya ditandai pola berulang, penolakan tanggung jawab dan minim empati balik.

Cara menyikapi dengan aman secara emosional adalah dengan memvalidasi perasaan, bukan narasi yang memutarbalikkan fakta. Tetapkan batasan dengan menolak diskusi yang hanya menyalahkan sepihak dan tidak memberikan solusi.

Edukasi soal dinamika relasi seperti playing victim banyak dibahas di platform seperti TikTok dan Instagram.

Ambil insight yang membantu, tapi tetap pakai nalar dan konteks pribadi—hindari melabeli orang secara serampangan.

Kalau kamu mau, sebutkan konteksnya (teman, pasangan, keluarga, kerja). Aku bisa bantu bikinin contoh kalimat tegas tapi aman buat menghadapi situasinya.

 

Editor : Harry Erje
#drama #playing victim