Halojember - Tradisi sungkeman masih menjadi salah satu momen paling sakral dalam perayaan Idul Fitri di Jember, Jawa Timur. Setelah melaksanakan salat Id, masyarakat biasanya langsung berkumpul bersama keluarga inti di rumah untuk melakukan sungkeman kepada orang tua. Tradisi ini dilakukan dengan cara bersimpuh di hadapan orang tua, mencium tangan, serta memohon maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan.
Suasana haru kerap mewarnai momen ini. Tidak sedikit anggota keluarga yang meneteskan air mata, terutama ketika mengingat perjalanan hidup, pengorbanan orang tua, serta kesalahan yang mungkin pernah terjadi. Orang tua pun memberikan doa dan restu kepada anak-anak mereka agar senantiasa diberikan kesehatan, rezeki, dan kehidupan yang lebih baik ke depannya.
Di Jember, tradisi sungkeman tidak hanya dilakukan oleh anak kecil, tetapi juga oleh orang dewasa. Bahkan, mereka yang sudah berkeluarga tetap melakukan sungkeman sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan adat istiadat masih sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.
Selain mempererat hubungan keluarga, sungkeman juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda. Anak-anak diajarkan untuk menghormati orang tua, mengakui kesalahan, serta memiliki sikap rendah hati. Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
Dengan suasana yang penuh kehangatan dan keikhlasan, sungkeman menjadi simbol kuat dari makna Idul Fitri sebagai hari untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan antar sesama.
Editor : Harry Erje