HALOJEMBER – Di tengah suasana libur Lebaran, sepak bola hampir selalu menjadi pilihan hiburan.
Mulai dari menonton pertandingan di televisi hingga bermain langsung di lapangan, olahraga ini tidak pernah kehilangan peminat.
Fenomena ini terjadi di berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Sepak bola seolah menjadi bahasa universal yang bisa dinikmati bersama.
Pengamat olahraga, Budi Santoso menjelaskan bahwa sepak bola memiliki daya tarik yang sederhana namun kuat.
“Aturannya mudah dipahami, dan bisa dimainkan oleh siapa saja,” jelasnya.
Menurutnya, faktor kebersamaan menjadi alasan utama. Sepak bola memungkinkan banyak orang terlibat, baik sebagai pemain maupun penonton.
Selain itu, pertandingan sepak bola juga menghadirkan emosi yang beragam, mulai dari kegembiraan hingga ketegangan.
“Ini yang membuat orang betah mengikuti, bahkan hanya sebagai penonton,” ujarnya.
Di sisi lain, akses terhadap pertandingan juga semakin mudah. Siaran langsung dari liga-liga top dunia dapat dinikmati kapan saja, termasuk saat libur Lebaran.
Hal ini membuat sepak bola semakin dekat dengan masyarakat.
“Sekarang orang bisa nonton di mana saja, tidak harus di depan TV,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kombinasi antara kemudahan akses dan nilai hiburan membuat sepak bola tetap menjadi pilihan utama.
“Selama masih ada bola dan lapangan, sepak bola tidak akan kehilangan tempat,” pungkasnya.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi