Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Bukan Sekadar Basa-basi, Ini Alasan Pertanyaan Soal Kerja Selalu Muncul saat Kumpul Keluarga Lebaran

Yulio Faruq Akhmadi • Rabu, 25 Maret 2026 | 04:00 WIB
Sering Ditanya
Sering Ditanya 'Kapan Kerja'? Film "Tunggu Aku Sukses Nanti" beri gambaran soal pertanyaan tersebut (istimewa)

HALOJEMBER – Selain pertanyaan soal pernikahan, topik pekerjaan juga hampir tidak pernah absen saat momen Lebaran.

Pertanyaan seperti “kerja di mana sekarang?” atau “sudah naik jabatan belum?” kerap muncul dalam obrolan keluarga.

Bagi sebagian orang, pertanyaan ini terasa biasa. Namun bagi yang sedang berada dalam fase tidak pasti, seperti mencari kerja atau ingin pindah karier, pertanyaan tersebut bisa menimbulkan tekanan tersendiri.

Psikolog sosial, Dimas Pratama menjelaskan bahwa pekerjaan sering dijadikan tolok ukur status sosial dalam masyarakat.

Hal inilah yang membuat topik tersebut selalu relevan dalam percakapan keluarga.

“Pekerjaan dianggap mencerminkan pencapaian seseorang. Makanya itu jadi topik yang paling mudah dibicarakan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam konteks Lebaran, pertanyaan tersebut sering kali dimaksudkan sebagai bentuk perhatian. Namun cara penyampaiannya yang kurang tepat membuatnya terasa seperti penilaian.

Apalagi jika pertanyaan disertai perbandingan dengan anggota keluarga lain, hal ini bisa memicu rasa tidak nyaman.

“Yang jadi masalah bukan pertanyaannya, tapi bagaimana cara dan konteksnya,” ujarnya.

Ia menyarankan agar individu tidak langsung menganggap pertanyaan tersebut sebagai tekanan.

Menyikapinya dengan santai dan tidak defensif bisa membantu menjaga suasana tetap kondusif.

Jawaban sederhana seperti “masih di tempat yang sama” atau “lagi fokus belajar hal baru” bisa menjadi cara aman untuk menjawab tanpa membuka terlalu banyak detail.

Selain itu, penting juga untuk menyadari bahwa tidak semua pertanyaan harus dijawab secara mendalam. Setiap orang berhak menjaga privasi, terutama terkait karier.

“Tidak apa-apa untuk tidak menjelaskan semuanya. Itu hak personal,” katanya.

Ia menambahkan, komunikasi dua arah yang lebih empatik juga perlu dibangun dalam keluarga agar percakapan tidak terasa menghakimi.

“Kalau tujuannya silaturahmi, seharusnya yang dibangun adalah kenyamanan, bukan penilaian,” pungkasnya.(yul)

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#kapan kerja #kerja #lebaran #pekerjaan