Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Bukan Sekadar Perasaan, Ini Alasan Lebaran Selalu Menghadirkan Nostalgia Masa Kecil yang Sulit Dilupakan

Yulio Faruq Akhmadi • Jumat, 27 Maret 2026 | 04:00 WIB
foto ilustrasi nostalgia (istimewa)
foto ilustrasi nostalgia (istimewa)

HALOJEMBER – Lebaran hampir selalu identik dengan rasa haru dan kenangan masa kecil. Mulai dari suasana rumah, aroma masakan, hingga suara takbir, semuanya seolah membawa seseorang kembali ke masa lalu.

Banyak orang mengaku, semakin bertambah usia, justru momen Lebaran terasa semakin emosional. Hal-hal sederhana yang dulu dianggap biasa kini justru paling dirindukan.

Psikolog klinis, Siti Aulia Rahman menjelaskan bahwa nostalgia yang muncul saat Lebaran berkaitan erat dengan memori emosional yang kuat.

Pengalaman masa kecil yang berulang setiap tahun membentuk ingatan yang melekat dalam jangka panjang.

“Lebaran itu penuh dengan momen yang konsisten sejak kecil. Itu yang membuat otak kita mudah mengingat dan merasakannya kembali,” jelasnya.

Menurutnya, memori seperti berkumpul bersama keluarga, menerima THR, hingga mengenakan baju baru menjadi pengalaman yang membekas.

Ketika dewasa, pengalaman tersebut sulit terulang dengan cara yang sama.

Perubahan peran juga menjadi faktor penting. Dulu sebagai anak yang menunggu, kini banyak yang beralih menjadi pihak yang memberi, baik secara materi maupun tanggung jawab.

“Perubahan peran ini yang sering memicu rasa ‘kangen’ terhadap masa lalu,” ujarnya.

Selain itu, ada juga faktor kehilangan, seperti anggota keluarga yang sudah tidak ada atau momen kebersamaan yang tidak lagi lengkap seperti dulu.

Hal ini membuat Lebaran tidak hanya menjadi momen bahagia, tetapi juga refleksi emosional.

“Kadang yang dirindukan bukan hanya suasananya, tapi orang-orang yang dulu ada di dalamnya,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa nostalgia bukan sesuatu yang harus dihindari. Justru perasaan tersebut bisa menjadi cara untuk menghargai perjalanan hidup.

“Selama tidak berlebihan, nostalgia itu sehat. Itu tanda kita punya pengalaman yang bermakna,” pungkasnya.(yul)

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#masa kecil #Lebarab #nostalgia