JEMBER, Halojember - Di balik tampilannya yang anggun, anggrek juga menyimpan potensi ekonomi yang cukup besar.
Tanaman hias yang identik dengan kesan mewah ini kini tak hanya diburu kolektor, tetapi juga banyak dimanfaatkan sebagai dekorasi hotel, gedung pertemuan, pesta pernikahan hingga hadiah eksklusif.
Permintaan pasar yang relatif stabil membuat budidaya anggrek menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan.
Beragam jenis anggrek memiliki nilai jual berbeda, mulai dari Dendrobium hingga anggrek bulan yang dikenal sebagai primadona di kalangan dekorator interior.
"Anggrek ini hobi yang sangat menjanjikan, pasarnya abadi," kata Rahmat Hidayat, pencinta anggrek asal Patrang.
Harga bibit anggrek Dendrobium dalam botol kecil di pasaran berkisar Rp25 ribu hingga Rp100 ribu.
Setelah dirawat hingga dewasa dan berbunga, nilainya bisa meningkat menjadi Rp150 ribu hingga Rp350 ribu per pot.
Sementara itu, satu rangkaian anggrek bulan berisi tiga hingga lima tanaman bahkan dapat dipasarkan dengan harga Rp500 ribu hingga Rp1,7 juta, tergantung kualitas dan tampilannya.
Meski prospeknya menarik, Rahmat mengakui membangun usaha anggrek membutuhkan ketelatenan, terutama pada tahap awal. Penataan tempat, pencahayaan, hingga pemilihan pupuk menjadi faktor penting sebelum tanaman siap dipasarkan.
"Susahnya mungkin di awal ya, harus nyiapin tempat, ngatur sirkulasi cahayanya, nentuin pupuk. Tapi kalau sudah perawatan jalan, tinggal melanjutkan saja. Mau dijual, tinggal diposting saja," pungkasnya. (mau)
Editor : Sidkin