Radar Jember - Di balik bentuknya yang mungil, berduri lembut, dan tak menuntut banyak perhatian, kaktus mini kini hadir membawa daya tariknya tersendiri. Bukan sekadar tanaman hias, tanaman hias ini disebut-sebut bisa menjadi terapi visual.
Di sejumlah lapak tanaman hias sekitar Jember kota, kaktus mini tampil memikat dalam pot-pot terakota atau keramik berdiameter 5–10 sentimeter. Dihimpun dari berbagai sumber, varietas kaktus mini yang paling sering memikat cukup beragam.
Di antaranya gymnocalycium, kaktus berukuran 5–8 cm yang punya corak warna atraktif seperti merah, kuning, hingga merah muda di bagian atasnya. Lalu, kaktus telinga kelinci, memiliki bentuk pipih menumpuk menyerupai telinga kelinci dengan duri halus berwarna kuning atau putih, berukuran 10–15 cm.
Ada pula jenis echinocactus grusonii yang identik menyerupai bola bundar dengan duri keemasan yang simetris, dan kaktus zebra. Rata-rata, kaktus jenis-jenis itu dibanderol sekitar Rp25-50 ribuan, tergantung tingkat kesimetrisan dan ukurannya.
Dian Lestari, 28, pecinta tanaman hias kaktus mini asal Sumbersari, Jember, mengatakan bahwa merawat si mungil ini sangat ramah bagi pemula. Menurut dia, cukup siram satu kali dalam seminggu atau saat media tanam benar-benar kering. Lalu, menggunakan campuran pasir, sekam bakar, dan sedikit pupuk organik agar air tidak menggenang, dan tempatkan di area yang terkena sinar matahari tidak langsung. "Dan kuncinya itu ada pada penyiraman dan media tanamnya," katanya.
Ia juga menilai, merawat kaktus seperti belajar tenang. "Setiap kali penat pulang kerja atau stres menatap layar komputer, melihat detail durinya yang rapi saja sudah bikin rileks. Bentuknya yang kecil bikin rumah terasa lebih estetik tanpa perlu banyak tempat," jelas Dian. (mau/nur)
Sentuhan Mewah, Percantik Interior Rumah
Radar Jember - Siapa sangka, tanaman mungil berduri yang berjejer anggun di sudut meja kini tak sekadar pemanis ruangan, tetapi juga pembuka jalan rezeki baru. Tren dekorasi interior yang condong ke gaya minimalis dan natural membuat permintaan akan kaktus mini terus diminati.
Di kawasan perkotaan Jember, kaktus mini menjadi salah satu komoditas yang paling cepat berpindah tangan. Bentuknya yang variatif -dari bulat menggemaskan hingga menjulang unik- membuat tanaman ini diburu dari berbagai kalangan, baik untuk koleksi pribadi, suvenir pernikahan, hingga kado ulang tahun yang estetik.
"Merawat kedua tanaman ini untuk tujuan komersial pun tak menuntut lahan luas. Modalnya, rak bertingkat di pekarangan samping rumah, pemula sudah bisa memulai budidaya," kata Dimas Prayoga, penggiat tanaman hias asal Kaliwates Jember. Ia memberikan tips kunci perawatan kaktus mini ada pada penyiraman yang terukur dan pencahayaan yang pas agar kaktus tidak membusuk.
Keindahan visual yang ditawarkan kaktus memberikan nilai tambah pada konsep ruang. Nilai estetika tinggi inilah yang membuat pembeli tak ragu merogoh kocek demi menghadirkan nuansa elegan di hunian mereka. "Tanaman hias mini, termasuk kaktus mini, ini punya pasar sendiri yang cukup stabil karena nilai estetikanya tinggi. Hobi yang menyenangkan, sekaligus bisa nambah penghasilan," tambah Dimas. (mau/nur)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi