HALO JEMBER - Film Sekawan Limo menggambarkan komedi drama dengan mitos khas bagi para pendaki, seperti jangan menoleh ke belakang saat mendaki, rombongan tidak boleh dalam jumlah ganjil, dan jangan mendaki saat malam 1 suro.
Film yang rilis pada 4 Juli 2024 ini menarik perhatian penonton dengan penggunaan bahasa Jawa dengan aksen khas Jawa Timur yang kental. Meskipun dialognya tidak seutuhnya menggunakan bahasa daerah.
Film ini, bercerita tentang lima orang teman yang mendaki Gunung Madyopuro. Dari nama gunung fiksi tersebut, juga mirip dengan Gunung Argopuro yang berada di Kabupaten Jember, Probolinggo, Lumajang, dan Situbondo di Provinsi Jawa Timur.
Mitos dan Larangan Mendaki Gunung di Indonesia
Mendaki gunung di Indonesia tidak hanya menawarkan pengalaman alam yang indah, tetapi juga diwarnai dengan mitos dan aturan yang harus diikuti. Berikut adalah beberapa mitos dan aturan yang tidak boleh dilanggar saat mendaki gunung di Indonesia:
- Jangan Mengambil Apa Pun yang Ada di Gunung
Mitos pertama adalah perintah untuk tidak mengambil dan membawa pulang apa pun yang ada di gunung. Hal ini dianggap tidak mencintai alam. Setiap pendaki dianjurkan untuk tidak mengambil dan membawa pulang apa pun dari gunung, baik bunga, tanaman, kayu, dan sebagainya. Biarkan mereka tumbuh dengan baik di sana.
- Jangan Berkata Kotor
Gunung dianggap sebagai paku bumi dan juru kunci dari dunia gaib. Oleh karena itu, bagi siapa pun yang mendaki gunung, dilarang berkata kotor atau berteriak-teriak. Konon, yang melanggar aturan tersebut akan bernasib sial.
- Jangan Bersiul Saat Malam
Saat mendaki gunung, dianjurkan untuk menjaga sopan santun, termasuk tidak terlalu berisik bahkan jangan bersiul saat malam hari. Siulan seseorang bisa mengundang hewan buas atau makhluk gaib. Baca Juga: Gerbang Gaib Terbuka di Malam 1 Suro. Ini Penjelasan Om Hau dan Weton Apa yang Harus Diwaspadai
- Jangan Membawa Daging Sapi atau Babi
Di Gunung Agung, Bali, ada mitos bahwa tidak boleh membawa daging sapi atau babi saat melakukan pendakian ke puncak. Hal ini karena daging sapi dianggap suci dan kendaraan Ida Bhatara yang ada di Gunung Agung adalah sapi. Jika dilanggar, akan menimbulkan kendala atau bahaya saat melakukan pendakian.
- Jangan Membawa atau Menggunakan Emas
Selain itu, bagi para pendaki juga tidak diperkenankan untuk membawa atau menggunakan peralatan emas ke puncak Gunung Agung. Hal ini karena gunung dalam niskala atau alam tidak nyata merupakan sebuah emas. Jika pendaki membawa emas, energinya akan menjadi lebih besar dan bisa menimbulkan bahaya.
- Jangan Membawa Parfum
Mahkluk halus juga disebut-sebut tertarik pada aroma parfum. Bagi yang melanggar, biasanya akan mengalami halusinasi, konsentrasi juga akan tergangggu selama pendakian.
- Jangan Cerita Soal Hantu
Ketika mendaki bersama kawan, bertukar cerita saat mendaki sering dilakukan untuk menghilangkan penat. Namun, hati-hati, jangan sampai bercerita tentang situasi gunung termasuk kejadian ganjil yang di luar nalar. Bukan apa-apa, cerita yang mengandung mistis bisa membuat kawan lain tidak nyaman dan merasa terganggu.
- Jangan Mendaki Saat Haid
Mitos terakhir yang tak kalah sering didengar adalah tidak boleh mendaki gunung saat sedang dalam masa haid bagi perempuan. Mitos ini meyakini bahwa perempuan yang haid bisa mengundang makhluk halus untuk menghampirinya atau rombongannya.
Selain itu, keadaan fisik perempuan yang sedang haid mungkin akan lebih cepat lelah, sehingga tidak dianjurkan untuk mendaki gunung.
Mitos dan aturan yang tidak boleh dilanggar saat mendaki gunung di Indonesia bukanlah hal yang baru. Ingatlah, gunung bukan hanya sekadar tempat untuk ditaklukkan, tetapi juga ruang untuk menghormati alam dan budaya lokal. Jadi, saat Anda bersiap untuk petualangan berikutnya, pastikan untuk mematuhi aturan.
Baca Juga: Perempuan Harus Tahu, Sisa Make-Up Bisa Sebabkan Blefaritis
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Dwi Siswanto