HALOJEMBER.COM - Urban legend selalu identik dengan cerita horor dan misteri yang mampu membuat bulu kuduk merinding. Tidak jarang, cerita-cerita ini diadaptasi menjadi film yang disambut antusias oleh para penikmat film, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Baru-baru ini, Imperial Pictures mengangkat salah satu urban legend dari kawasan kaki Gunung Merapi, tepatnya dari daerah Magelang, Jawa Tengah. Di sana, masyarakat sudah tidak asing lagi dengan kisah Kromoleo, hantu pengantar jenazah yang konon sering menampakkan diri.
Menurut cerita yang beredar, banyak warga setempat yang mengaku pernah melihat rombongan hantu keranda ini. Kejadian-kejadian misterius tersebut bahkan sempat dilaporkan dalam media nasional.
Dikisahkan, apabila Kromoleo melintasi suatu desa, maka tak lama kemudian akan ada warga desa yang meninggal dunia. Nama Kromoleo sendiri diambil dari suara yang diyakini berasal dari rombongan hantu tersebut yang berbunyi "moleo, moleo, moleo, kromoleo."
Film "Kromoleo" disutradarai oleh Anggy Umbara dan mengisahkan hari yang penuh teror di Desa Majenang, Jawa Tengah.
Sinopsis Kromoleo
Cerita bermula ketika Zia memutuskan untuk pergi ke desa tersebut guna menghadiri pemakaman ibunya, meskipun kakeknya, Danang, telah melarangnya.
Dengan latar waktu tahun 1984, kedatangan Zia ternyata tidak hanya untuk menghadiri pemakaman ibunya. Dia juga berusaha mencari jejak ayahnya, Djarot (Cornelio Sunny), yang hilang secara misterius ketika Zia masih kecil.
Namun, kehadirannya di desa tersebut justru memicu serangkaian peristiwa mengerikan. Satu per satu warga desa yang melihat hantu keranda ini menemui ajalnya dengan cara tragis.
Zia harus bertahan hidup sembari mengungkap misteri di balik kemunculan Kromoleo. Dalam perjalanannya, dia juga menemukan rahasia kelam keluarganya, termasuk hubungan misterius antara kakeknya dan ayahnya yang hilang.
Djarot, yang merupakan mantan preman dan pemimpin kelompok 'gali', menikah dengan putri Danang, seorang pemimpin Petrus (penembak misterius). Danang memanfaatkan Djarot dan kelompoknya, namun ketika mereka sudah tidak dibutuhkan, Danang memutuskan untuk menyingkirkan mereka dengan cara brutal.
Setelah kejadian itu, roh-roh penasaran dari kelompok 'gali' ini berubah menjadi hantu pembawa peti mati yang terus menghantui warga desa. Zia pun dihadapkan pada pilihan sulit antara mendukung kakeknya atau membela ayahnya.
Trailer "Kromoleo" yang dirilis oleh Imperial Pictures di kanal YouTube resmi mereka menampilkan suasana yang mencekam. Dengan iringan musik Jawa, suara burung yang dikenal sebagai pertanda kematian, serta kalimat-kalimat peringatan, trailer ini berhasil menambah ketegangan dan rasa penasaran penonton.
Anggy Umbara, yang dikenal sebagai sutradara film horor, kembali menunjukkan kepiawaiannya.
Sebelumnya, ia juga telah menyutradarai beberapa film horor terkenal seperti "Suzanna: Bernapas dalam Kubur" (2018), "Satu Suro" (2019), "Si Manis Jembatan Ancol" (2019), "Siksa Neraka" (2023), "Munkar" (2024), dan "Vina: Sebelum 7 Hari" (2024) yang menjadi viral karena terkait kasus pembunuhan yang kembali diselidiki.
Naskah film "Kromoleo" ditulis oleh Dirmawan Hatta bersama Cornelio Sunny. Selain Ratu Sofya, Tio Pakusadewo, Abun Sungkar, dan Cornelio Sunny, film ini juga dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris berbakat tanah air. Film ini akan tayang di bioskop nasional pada 22 Agustus 2024.
Daftar Pemeran Kromoleo
- Ratu Sofya sebagai Zia
- Abun Sungkar sebagai Dika
- Aline Fauziah sebagai Melly
- Tio Pakusadewo sebagai Danang
- Rukman Rosadi sebagai Yanto
- Cornelio Sunny sebagai Djarot
- Totos Rasiti sebagai Prapto
- Dayu Wijanto sebagai Ibu Melly
- Vonny Anggraini sebagai Istri Prapto
Berdurasi hanya 1 jam 20 menit, "Kromoleo" dijadwalkan untuk tayang lebih dulu di beberapa bioskop tertentu. Berikut daftar bioskop bagi Anda yang penasaran dengan kisah hantu pengantar jenazah ini.
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Halo Jember