HALOJEMBER- Film yang berjudul “Menjelang Ajal” Film ini bukan hanya sekadar menyajikan adegan horor yang mengejutkan, tetapi juga menyisipkan cerita yang sangat menyentuh tentang perjuangan seorang ibu yang berusaha bertahan hidup untuk ketiga anaknya.
Dengan latar belakang kehidupan yang penuh tantangan, film ini menggambarkan kisah seorang ibu tunggal bernama Sekar, yang berjuang mati-matian untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dengan berjualan makanan di warung sederhana.
Namun, di balik usaha kerasnya, Sekar terjebak dalam pilihan yang salah, menggunakan cara yang tidak tepat untuk menarik pembeli, yang pada akhirnya justru membawa malapetaka bagi dirinya dan anak-anaknya.
Salah satu aktor yang membintangi dalam film menjelang ajal mengunkapkan “Orang tua pasti ada caranya masing-masing untuk perjuangkan anaknya sendiri, pasti adegan emosionalnya juga bikin buat diri aku sendiri berterima kasih buat ibu aku,” dalam pemutaran Film di Jakarta (26/4).
Sekar adalah sosok ibu yang tangguh, meskipun hidupnya penuh dengan kesulitan. Setelah berpisah dengan suaminya, ia memilih untuk tinggal bersama ketiga anaknya di sebuah desa yang terpencil. Tanpa dukungan dari keluarga besar, Sekar mengandalkan warung makan kecil miliknya untuk bertahan hidup.
Setiap hari, ia berusaha keras menyiapkan berbagai jenis makanan, berharap dapat memberi yang terbaik untuk anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Namun, meski ia sudah bekerja keras, pendapatan yang diperoleh dari warungnya tidaklah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup mereka.
Tak lama setelah Sekar memulai ritual tersebut, hal-hal aneh mulai terjadi. Makanan yang dijualnya laris manis, tetapi ada sesuatu yang lebih gelap yang ikut datang bersama pelanggan-pelanggan baru yang misterius.
Anak-anaknya mulai merasakan keanehan di rumah mereka. Keberadaan makhluk-makhluk gaib mulai mengintai, membawa teror yang tak terduga dan semakin memperburuk keadaan.
Tanpa disadari oleh Sekar, jalan pintas yang ia pilih ternyata memunculkan kekuatan jahat yang mengancam keselamatan mereka.
Film ini menyelipkan pesan mendalam tentang pengorbanan seorang ibu yang rela melakukan apa saja demi anak-anaknya. Sekar bukan hanya berjuang melawan kesulitan ekonomi, tetapi juga harus menghadapi dilema moral dan spiritual yang sangat besar.
Ia berusaha mencari cara agar bisa memberi kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya, tetapi dalam upayanya, ia justru tanpa sengaja membahayakan mereka.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa dalam mencari jalan keluar dari kesulitan, terkadang kita bisa terjebak dalam pilihan-pilihan yang bisa membawa dampak buruk jika tidak dilakukan dengan bijaksana.
Dengan latar yang mencekam dan atmosfer yang penuh ketegangan, film ini tidak hanya menggambarkan horor dalam arti harfiah, tetapi juga horor psikologis yang dialami oleh Sekar dan anak-anaknya.
Ketegangan semakin meningkat ketika Sekar menyadari bahwa dia harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya dan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi anak-anaknya dari ancaman yang semakin nyata.
Akhirnya, film ini menyoroti pentingnya kebijaksanaan dalam membuat keputusan, serta pesan bahwa dalam hidup, tidak ada jalan pintas yang bebas dari konsekuensi.
Dengan menggabungkan elemen horor dan drama, film ini berhasil menggambarkan sebuah kisah yang menyentuh tentang kekuatan seorang ibu yang tidak pernah menyerah meskipun harus berjuang sendirian.
Sekar mengajarkan kita bahwa terkadang perjuangan terbesar bukan hanya bertahan hidup, tetapi juga menjaga nilai-nilai moral yang harus dijaga meskipun keadaan terasa sangat sulit.
Penulis : Ahmad Rofiqhi Laming
Editor : Halo Jember