HALOJEMBER - Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran film horor terbaru berjudul "Pabrik Gula". Film ini telah menarik perhatian publik sejak tahap produksi hingga menjelang penayangannya.
Proses produksi "Pabrik Gula" dimulai pada 30 Oktober 2024 dan berlangsung selama 30 hari. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada akhir Maret 2025, bertepatan dengan momen Lebaran.
Disutradarai oleh Awi Suryadi dan naskah ditulis oleh Lele Laila, film ini diharapkan mampu menghadirkan nuansa horor yang intens dan mencekam.
Manoj Punjabi, selaku produser, menyatakan komitmennya untuk menghasilkan film berkualitas tinggi yang dapat menghidupkan kisah horor dari thread SimpleMan dengan sebaik-baiknya.
Berikut adalah fakta menarik di balik film "Pabrik Gula" yang perlu diketahui:
1. Adaptasi dari Kisah Nyata yang Viral
"Pabrik Gula" diangkat dari sebuah thread viral yang ditulis oleh SimpleMan di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter). Cerita tersebut sempat menjadi perbincangan hangat pada tahun 2020 dan kini diadaptasi ke layar lebar oleh MD Pictures.
2. Kontroversi Poster Film
Sebelum penayangannya, "Pabrik Gula" sempat menuai kontroversi akibat poster film yang dianggap terlalu vulgar.
Poster tersebut menampilkan adegan intim antara seorang pria dan wanita yang dikelilingi oleh sosok bayangan hitam, memicu kritik dari warganet yang menilai kurang pantas untuk dipajang di area publik seperti bioskop.
3. Dua Versi Penayangan: Jam Kuning dan Jam Merah
Menariknya, film ini akan dirilis dalam dua versi berbeda. Versi "Jam Kuning" merupakan versi standar dengan klasifikasi usia 17+, sementara versi "Jam Merah" adalah versi tanpa sensor yang diperuntukkan bagi penonton berusia 21+. Versi "Jam Merah" akan ditayangkan terbatas pada jam tayang di atas pukul 20.00 WIB.
4. Penayangan Internasional di Amerika Serikat
"Pabrik Gula" tidak hanya ditayangkan di Indonesia, tetapi juga akan merambah pasar internasional dengan penayangan di Amerika Serikat.
Gala premiere di AS dijadwalkan pada 27 Maret 2025, menunjukkan upaya MD Pictures untuk memperkenalkan film horor Indonesia ke kancah global.
5. Produksi dengan Standar Tinggi: Format IMAX dan Penggunaan Lokasi Asli
Film ini disutradarai oleh Awi Suryadi dan diproduksi dalam format IMAX, menjanjikan pengalaman menonton yang lebih imersif.
Proses syuting dilakukan di dua pabrik gula, yakni pabrik aktif di Cirebon dan pabrik nonaktif di Klaten, untuk memberikan nuansa autentik sesuai dengan latar cerita.
Selain itu, tim produksi menyewa lahan tebu seluas 4 hektar demi mendukung kebutuhan pengambilan gambar.
"Pabrik Gula" mengisahkan sekelompok buruh musiman yang bekerja di sebuah pabrik gula tua untuk mempercepat proses penggilingan tebu selama musim panen.
Mereka harus mematuhi aturan ketat, termasuk larangan keluar dari mess setelah jam malam yang ditandai dengan bunyi peluit pabrik.
Ketegangan meningkat ketika salah satu buruh, Endah, mengalami kejadian aneh setelah melanggar aturan tersebut, memicu serangkaian teror yang menghantui para pekerja.
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia, antara lain:
- Arbani Yasiz sebagai Fadhil
- Ersya Aurelia sebagai Endah
- Erika Carlina sebagai Naning
- Bukie B. Mansyur sebagai Hendra
- Wavi Zihan sebagai Wati
- Benidictus Siregar sebagai Franky
- Moch. Arif Alfiansyah sebagai Dwi
- Sadana Agung Sulistya sebagai Karno
- Yono Bakrie sebagai Rono
- Azela Putri sebagai Rani
- Dewi Pakis sebagai Mbah Jinah
- Budi Ros sebagai Mbah Samin
- Vonny Anggraini sebagai Marni
- Gilang Devialdy sebagai Eko
- Hayati Azis sebagai Nyi Wilengi
- Pratito Wibowo sebagai Dalboh
"Pabrik Gula" dijadwalkan tayang pada libur Lebaran 2025, bersamaan dengan beberapa film horor lainnya seperti "Qodrat 2". Penonton diharapkan dapat memilih versi penayangan sesuai dengan batas usia dan preferensi masing-masing.
Dengan berbagai fakta menarik dan kontroversi yang menyertainya, "Pabrik Gula" menjadi salah satu film horor yang paling dinantikan tahun ini.
Kehadiran film ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam industri perfilman Indonesia dan menarik minat penonton baik di dalam maupun luar negeri.
Penulis : MG25 Shinta Churrin Sayyidatinnisa
Editor : Halo Jember