"Pabrik Gula" mengisahkan sekelompok buruh musiman yang bekerja di sebuah pabrik gula tua yang hanya beroperasi saat musim panen. Kelompok ini terdiri dari Endah (Ersya Aurelia), Fadhil (Arbani Yasiz), Dwi (Arif Alfiansyah), Hendra (Bukie B. Mansyur), Wati (Wavi Zihan), Ningsih (Erika Carlina), dan Franky (Benidictus Siregar).
Awalnya, mereka menjalani rutinitas kerja seperti biasa, namun suasana berubah ketika Endah mengalami kejadian aneh pada suatu malam. Ia melihat sosok misterius keluar dari asrama buruh dan menghilang ke dalam kegelapan pabrik.
Rasa penasarannya mendorong Endah untuk mengikuti sosok tersebut, tanpa menyadari bahwa tindakannya akan membuka pintu teror yang selama ini tersembunyi.
Sejak malam itu, kejadian-kejadian aneh mulai menghantui pabrik. Mesin-mesin tiba-tiba menyala sendiri, suara-suara bisikan terdengar di lorong-lorong gelap, dan penampakan sosok-sosok tak kasatmata mulai muncul.
Puncaknya, kecelakaan kerja yang tidak masuk akal mulai merenggut nyawa para buruh satu per satu. Kematian tragis di sumur tua pabrik menjadi pertanda bahwa mereka telah memasuki dunia yang bukan milik mereka.
Para buruh menyadari bahwa pabrik tersebut berbatasan langsung dengan kerajaan demit yang telah lama marah. Makhluk-makhluk halus yang menguasai tempat itu menuntut nyawa sebagai balas dendam atas peristiwa kelam di masa lalu.
Dalam ketakutan yang semakin mencekam, para buruh harus mencari cara untuk bertahan hidup dan mengungkap misteri di balik teror yang menghantui mereka.
Disutradarai oleh Awi Suryadi dan naskah ditulis oleh Lele Laila, film ini diharapkan mampu menghadirkan nuansa horor yang intens dan mencekam.
Manoj Punjabi, selaku produser, menyatakan komitmennya untuk menghasilkan film berkualitas tinggi yang dapat menghidupkan kisah horor dari thread SimpleMan dengan sebaik-baiknya.
Proses produksi "Pabrik Gula" dimulai pada 30 Oktober 2024 dan berlangsung selama 30 hari. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada akhir Maret 2025, bertepatan dengan momen Lebaran.
Menariknya, film ini akan hadir dalam dua versi penayangan, yaitu versi jam kuning (rating usia 17 tahun ke atas) dan versi jam merah (rating usia 21 tahun ke atas).
Perbedaan utama terletak pada tingkat sensor yang diterapkan, di mana versi jam kuning lebih ramah untuk penonton remaja, sementara versi jam merah, atau "Pabrik Gula Uncut", ditujukan khusus bagi penonton dewasa dengan adegan yang lebih intens dan durasi yang sedikit lebih panjang.
Versi jam merah akan ditayangkan secara terbatas di beberapa bioskop dan waktu penayangan hanya pada malam hari saja.
Tak hanya di Indonesia, "Pabrik Gula" juga akan merambah pasar internasional. Film ini dijadwalkan melakukan penayangan perdana di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 27 Maret 2025.
Setelah itu, film ini akan dirilis di Amerika Utara, termasuk dalam format IMAX, pada April 2025. Langkah ini merupakan upaya MD Pictures untuk memperkenalkan film horor Indonesia ke kancah global dan menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di industri film internasional.
"Pabrik Gula" diadaptasi dari thread viral karya SimpleMan yang telah mendapatkan perhatian luas di media sosial sejak tahun 2020. Cerita tersebut dikenal karena detail yang mencekam serta kemampuannya untuk menarik minat pembaca.
Popularitas thread ini memberikan dasar yang kuat bagi film untuk menarik minat penonton, terutama penggemar genre horor. Adaptasi ini juga telah memicu berbagai reaksi dari penggemar yang menantikan bagaimana elemen-elemen dari thread tersebut akan diinterpretasikan ke dalam layar lebar.
Dengan kombinasi cerita yang kuat, jajaran pemain berbakat, dan arahan sutradara berpengalaman, "Pabrik Gula" langsung disambut antusias oleh para penggemar film horor Indonesia.
Banyak yang penasaran bagaimana kisah dari thread SimpleMan ini akan diterjemahkan ke dalam film, terutama karena thread aslinya memiliki nuansa horor yang khas dan atmosfer yang mencekam.
Beberapa warganet bahkan sudah mulai berspekulasi mengenai adegan-adegan yang kemungkinan besar akan menjadi sorotan dalam film, seperti misteri sumur tua di pabrik, sosok-sosok tak kasatmata yang meneror para buruh, hingga rahasia kelam yang selama ini tersembunyi di balik berdirinya pabrik gula tersebut.
Selain itu, banyak yang berharap film ini dapat menyamai kesuksesan "KKN di Desa Penari", yang juga diadaptasi dari thread viral dan berhasil menjadi salah satu film horor terlaris di Indonesia.
Dengan jajaran pemain berbakat dan arahan sutradara berpengalaman, "Pabrik Gula" memiliki potensi besar untuk menjadi fenomena baru di industri film horor tanah air.
Film "Pabrik Gula" siap mengajak penonton untuk menyelami kisah horor yang penuh misteri dan ketegangan. Dengan latar belakang pabrik gula tua yang dipenuhi rahasia, film ini menawarkan pengalaman menonton yang menegangkan dan tak terlupakan.
Bagi penggemar horor, "Pabrik Gula" menjadi salah satu film yang wajib ditunggu pada tahun 2025. Jangan lewatkan penayangannya di bioskop mulai akhir Maret 2025, dan siapkan diri untuk merasakan kengerian yang mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali sebelum memasuki pabrik tua di malam hari!
Penulis: MG25 Firza Zikri Ramadhan