Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sinopsis Film Conclave (2024), Intrik Politik Kepausan yang Tegang di Balik Pintu Tertutup Vatikan

Halo Jember • Selasa, 15 April 2025 | 23:00 WIB
 
Poster film Conclave (Sumber Foto: Prime Video)
Poster film Conclave (Sumber Foto: Prime Video)

HALOJEMBER - Dalam dunia perfilman, jarang ada karya yang berani menyelami kompleksitas spiritual dan politik Gereja Katolik dengan cara yang begitu halus dan mendebarkan.

Conclave (2024), garapan sutradara Edward Berger yang sebelumnya dikenal lewat All Quiet on the Western Front, membawa kita ke dalam atmosfer tertutup dan penuh ketegangan dari pemilihan Paus, sebuah proses yang biasanya hanya bisa dibayangkan oleh publik luar.

Adaptasi dari novel laris karya Robert Harris ini tak hanya menyajikan intrik, tetapi juga menggugah pertanyaan tentang kekuasaan, rahasia, dan iman.

Sinopsis Film Conclave (2024)

Setelah wafatnya Paus, para kardinal dari seluruh dunia dikumpulkan di Kapel Sistina untuk menjalani konklaf, ritual sakral dan penuh rahasia dalam memilih pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

Di tengah tekanan global dan harapan jutaan umat, Cardinal Thomas Lawrence (diperankan dengan gemilang oleh Ralph Fiennes) diberi tugas penting sebagai Dean of the College of Cardinals, yang akan mengawasi seluruh proses pemilihan.

Namun, ketika para kardinal mulai memberikan suara, Lawrence menemukan bahwa salah satu peserta konklaf menyimpan rahasia besar yang bisa mengguncang fondasi Gereja.

Identitas seseorang yang tidak seharusnya berada di sana terungkap secara perlahan, dan pertanyaan pun muncul: Apakah orang ini penipu, penyelamat, atau ancaman?

Dalam proses pemilihan yang berlangsung di bawah tekanan waktu dan iman, Lawrence harus memutuskan apakah ia akan membongkar kebenaran, atau tetap melindungi institusi yang telah ia layani sepanjang hidupnya.

Intrik dan Tegangan di Balik Dinding Kapel

Conclave adalah film yang tenang namun intens. Berger menyajikan cerita yang sangat dialog-driven, tapi penuh ketegangan psikologis, seakan penonton berada langsung di balik pintu-pintu kayu berat Vatikan. 

Ralph Fiennes tampil sangat meyakinkan sebagai tokoh yang harus bergulat antara kepercayaan pribadi, tanggung jawab institusional, dan kenyataan pahit yang ia temukan.

The Guardian bahkan menyebutnya sebagai “penampilan yang luar biasa dalam drama kepausan yang mendebarkan” menunjukkan betapa kuatnya Fiennes membawa beban moral tokoh Cardinal Lawrence.

Stanley Tucci, John Lithgow, dan Isabella Rossellini juga turut memperkaya film ini dengan kehadiran yang karismatik dan dialog yang menggigit.

Interaksi antar tokoh terasa seperti permainan catur. Setiap kata bisa jadi langkah strategis, setiap senyuman bisa menyimpan niat tersembunyi.

Bagi banyak penonton, kekuatan film ini justru terletak pada kontemplasinya. Conclave tidak memberi jawaban mudah, tapi mengajak penonton merenung.

Apakah iman bisa tetap berdiri di atas rahasia yang dijaga rapat? Siapa yang pantas memegang kuasa suci ketika manusia sendiri tak lepas dari ambisi dan dosa?
 

 Penulis: MG25 Zahra Fadia Siti Haliza

 

Editor : Halo Jember
#vatikan #Conclave #gereja katolik