HALOJEMBER - Bayu Skak, seorang sineas asal Malang yang dikenal dengan karya-karya berbahasa daerah seperti Yowis Ben dan Lara Ati, kembali menghadirkan proyek film terbarunya berjudul FOuFO.
Film ini mengusung genre komedi fiksi ilmiah dengan latar budaya Madura, sebuah pendekatan yang jarang ditemui dalam perfilman Indonesia.
Dalam FOuFO, Bayu Skak mengisahkan tentang pendaratan UFO di Madura. Namun, alih-alih menjadi cerita invasi alien yang menegangkan.
Film ini justru menampilkan situasi kocak ketika UFO tersebut "dipreteli" oleh warga setempat, sehingga sang alien tidak bisa kembali ke planet asalnya.
Dalam pembukaan casting sekaligus konferensi pers, Minggu (20/4/25) lalu, Bayu Skak menjelaskan tentang film barunya ini.
"FOUFO ini ada UFO tapi dia mendarat di Madura. Bayangkan, aliennya enggak bisa balik soalnya UFO-nya dipretelin nanti."
Kekuatan utama FOuFO terletak pada penggunaan bahasa Madura secara penuh dalam dialognya. Bayu menegaskan pentingnya keaslian dalam penggambaran budaya lokal.
"Madura punya bahasa daerah yang unik dan kuat. Di film ini, saya ingin tampilkan keaslian. Jadi, kalau logatnya Madura, ya dialognya juga harus pakai bahasa Madura."
Untuk mendukung keaslian tersebut, Bayu mengadakan open casting yang diikuti oleh lebih dari 2.500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ia mencari 18 pemeran utama yang benar-benar memahami budaya dan bahasa Madura.
"Di Jakarta, casting kadang lihat follower dulu. Kalau di sini, enggak peduli. Yang penting berani, total akting, dan bisa bawa karakter dengan kuat."
Dengan FOuFO, Bayu Skak tidak hanya menghadirkan hiburan yang segar dan unik, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian dan pengenalan budaya Madura kepada khalayak luas.
Film ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara tradisi lokal dan industri perfilman modern Indonesia.
Penulis: MG25 Zahra Fadia Siti Haliza
Editor : Halo Jember