Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Menguak Fakta Ilmiah di Balik Waktu Maghrib dan Misteri Film Waktu Maghrib 2

Dwi Siswanto • Selasa, 10 Juni 2025 | 00:06 WIB
Film horor waktu magrib 2
Film horor waktu magrib 2

HALO JEMBER - Maghrib selalu menjadi waktu yang sarat dengan berbagai kepercayaan dan misteri. Banyak orangtua yang mewanti-wanti agar anak-anaknya tidak keluar rumah saat maghrib tiba. 

Larangan ini bukan sekadar mitos kosong, melainkan memiliki dasar ilmiah dan ajaran agama yang kuat, yang kini diangkat dalam film horor terbaru Indonesia, “ Waktu Maghrib 2 ”.

Dalam ajaran Islam, waktu maghrib memang dikenal sebagai momen yang rawan gangguan makhluk gaib. 

Hadits riwayat Shahih Muslim menyebutkan bahwa setan akan mulai berpencar dan berkeliaran saat matahari terbenam hingga kegelapan malam menyelimuti. 

Oleh karena itu, Rasulullah menganjurkan agar anak-anak tidak dibiarkan bermain di luar pada waktu tersebut demi keselamatan mereka.

Dari sisi ilmiah, fenomena ini juga bisa dijelaskan dengan perubahan spektrum cahaya di waktu maghrib. 

Saat matahari terbenam, intensitas cahaya merah meningkat, sementara frekuensi cahaya biru menurun drastis. 

Profesor DR. Ir. H. Osly Rachman dalam bukunya The Science of Sholat menjelaskan bahwa warna merah pada spektrum cahaya saat maghrib memiliki frekuensi tertentu yang beresonansi dengan makhluk halus, seperti jin dan iblis, yang menurut kepercayaan masyarakat Indonesia, menjadi lebih aktif pada saat itu.

Selain itu, perubahan cahaya yang cepat dan menurunnya visibilitas di sekitar waktu maghrib bisa membuat indera manusia menjadi lebih rentan terhadap ilusi dan persepsi yang salah. 

Kondisi ini memungkinkan timbulnya bayangan dan bentuk yang menimbulkan rasa takut, yang kemudian diterjemahkan sebagai pengalaman supranatural oleh banyak orang.

Fenomena ini menjadi latar belakang kuat bagi film “Waktu Maghrib 2”, yang mengangkat kisah horor berbalut budaya dan kepercayaan masyarakat Indonesia. 

Film ini melanjutkan cerita sekuel dari film pertamanya yang sukses pada 2023 dan kembali menghadirkan ketegangan dengan nuansa supranatural yang kental.

Dalam film ini, teror gaib kembali mengancam desa Giritirto, Jawa Tengah, dua puluh tahun setelah peristiwa seram di desa Jatijajar. 

Anak-anak desa yang secara tidak sengaja mengucapkan sumpah serapah saat maghrib membuka jalan bagi kebangkitan jin Ummu Sibyan, makhluk gaib yang kuat dan berbahaya. 

Satu per satu anak-anak mulai hilang secara misterius, menciptakan suasana mencekam dan penuh ketakutan di antara warga.

Tokoh utama, Adi, yang masih menyimpan trauma masa lalu, harus berjuang menghadapi kembali kekuatan jahat tersebut untuk menyelamatkan desa dan anak-anaknya. 

Kisah ini bukan hanya tentang horor, tetapi juga refleksi mendalam tentang pentingnya menjaga tradisi dan kepercayaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Film “Waktu Maghrib 2” yang disutradarai oleh Sidharta Tata ini melibatkan aktor-aktor muda Indonesia, seperti Omar Daniel, Anantya Kirana, dan Sultan Hamonangan. 

Dengan durasi hampir dua jam, film ini tidak hanya menjanjikan ketegangan dan jump scare, tetapi juga kisah yang menggugah tentang ikatan keluarga dan keberanian menghadapi ketakutan terdalam.

Secara keseluruhan, film ini menjadi pengingat kuat bahwa larangan keluar rumah saat maghrib bukan hanya cerita rakyat semata, melainkan didukung oleh keyakinan dan ilmu yang sudah lama dipercaya. 

Di tengah kemajuan zaman, “Waktu Maghrib 2” mengajak penonton untuk lebih menghargai kearifan lokal dan mengenali batas-batas yang sebaiknya tidak dilanggar demi keselamatan diri dan orang-orang tercinta. Baca Juga: Ustaz di Jember Diduga Cabuli Empat Santri di Musala, Orang Tua Korban Lapor ke Polisi

MG25 Carolina Yuniati 

Editor : Dwi Siswanto
#waktu magrib 2 #film waktu maghrib #misteri #magrib #tidak keluar rumah saat maghrib #The Science of Sholat