Fakta Film Gowok: Kamasutra Jawa yang Membuat Menteri Kebudayaan Fadli Zon Terpukau
Halo Jember• Rabu, 11 Juni 2025 | 18:03 WIB
film gowok
HALO JEMBER - Film terbaru garapan Hanung Bramantyo berjudul Gowok Kamasutra Jawa mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
Film ini dinilai tidak hanya menyajikan kisah yang kuat secara sinematik, namun juga berhasil merefleksikan kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia yang mulai terlupakan.
Dalam acara special screening di Plaza Senayan, Jakarta, Fadli Zon menyebut film ini sebagai representasi penting dari akulturasi budaya Nusantara.
Ia menyoroti bagaimana film ini mengangkat kembali tradisi Jawa yang nyaris punah, yakni profesi gowok.
Gowok adalah seorang perempuan berpengalaman yang dulu bertugas memberi edukasi kepada calon pengantin pria tentang kehidupan pernikahan dan relasi intim.
“Ceritanya sangat menarik karena mengangkat tradisi yang mungkin kini telah hilang. Ini penting agar masyarakat bisa memahami kekayaan sejarah budaya kita. Tapi tentu harus disaksikan sesuai klasifikasi umur,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Senada dengan Fadli, Irene Umar menambahkan bahwa film ini bisa menjadi media edukasi yang kuat untuk menumbuhkan apresiasi terhadap nilai-nilai historis yang terkandung dalam tradisi leluhur.
Ia menyebut profesi gowok dulunya dihormati, karena berperan penting dalam membekali para pria agar menjadi pasangan yang bertanggung jawab secara emosional dan fisik.
Film ini menampilkan deretan aktor dan aktris ternama seperti Raihaanun, Reza Rahadian, Donny Damara, dan Lola Amaria.
Terinspirasi dari Serat Centhini, karya sastra klasik Jawa yang membahas berbagai aspek kehidupan termasuk pendidikan seksual.
Film Gowok telah lebih dulu ditayangkan di ajang bergengsi International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025 sebelum akhirnya tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Juni 2025.
Dengan pendekatan yang tidak vulgar dan tetap menjunjung nilai estetika.
Gowok: Kamasutra Jawa hadir sebagai refleksi sinematik yang memperlihatkan betapa kompleks, unik, dan berharganya budaya Indonesia di masa lampau.