Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

ABADI NAN JAYA, FILM ZOMBIE INDONESIA LATAR SAWAH VIRAL

Dwi Siswanto • Kamis, 6 November 2025 | 21:26 WIB
film abadi nan jaya
film abadi nan jaya

HALO JEMBER - Film dengan tema zombie di Indonesia masih jarang diproduksi. Namun, akhir-akhir ini tayang film zombie garapan Indonesia yang viral di warganet, yaitu Film Abadi Nan Jaya.

Alih-alih mengangkat wabah zombie hanya lewat virus modern atau eksperimen militer seperti kebanyakan film zombie internasional, film ini menggunakan akar cerita yang sangat Indonesia.

Keluarga pemilik usaha jamu tradisional di desa yang mencoba ramuan keabadian, yang kemudian memicu bencana zombie. Film ini menunjukkan ambisi manusia yang menyebabkan kerusakan tatanan alam, terutama manusia yang menjadi mayat hidup.

Tim efek dan riasan film ini melakukan riset intens berupa tampilan zombie yang terinspirasi oleh tanaman karnivora lokal, yaitu kantong semar. Tekstur lubang-lubang, urat, dan gerakan zombie yang dirancang berdasarkan adaptasi hewan dipakai untuk menciptakan karakter zombie yang otentik lokal. 

Sistem syuting melibatkan workshop gerakan khusus zombie selama beberapa bulan, untuk memastikan zombie terlihat organik dan berbeda dari zombie klasik yang cenderung lamban atau seragam. 

Dengan kerjasama platform global Netflix dan sinematografi yang dirancang rapi, film ini menjadi salah satu upaya besar untuk membawa film zombie lokal ke panggung internasional sambil tetap mempertahankan identitas Nusantara.

Ada beberapa keunikan pada zombie dalam Abadi Nan Jaya. Zombie yang tidak bergerak atau berubah berdasarkan kondisi alam seperti hujan: menurut tim koreografi, saat hujan turun zombie akan tenang, karena adaptasi seperti tanaman karnivora yang reaktif terhadap air.

Penggunaan make up praktis dengan prostetik silikon, transfer prosthetic dan tato transfer untuk berbagai level zombie menunjukkan perhatian teknis tinggi. 


 Baca Juga: Film “Sore Istri dari Masa Depan” Resmi Jadi Wakili Indonesia di Ajang Oscar 2026

Warga desa yang menjadi lokasi syuting ikut dilibatkan sebagai figuran, lahan warga digunakan, kompensasi diberikan, proses syuting dilakukan dengan melibatkan komunitas lokal. Lokasi utama syuting film ini adalah di kawasan desa seperti Padukuhan Ngijo dan Jombor, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.

Warga menyambut kegiatan syuting dengan antusiasme. Banyak lahan sawah atau kandang sapi yang disewa oleh tim produksi dan kompensasi diberikan. Contohnya kandang sapi di Padukuhan Jombor disulap menjadi Polsek Winirejo untuk film dengan ganti rugi yang disepakati. 

Untuk menjaga kondisi syuting, warga setempat diminta menjaga kerahasiaan produksi, tidak boleh mengintip secara bebas, malam hari lampu dimatikan agar pencahayaan syuting sesuai rencana.

Meski syuting berlangsung cukup lama sekitar sebulan di lokasi persawahan dan ada penutupan jalan serta pembatasan akses untuk sementara, warga menganggap hal tersebut tidak merugikan secara signifikan. 

Baca Juga: Upin dan Ipin, Fenomena Ekonomi dan Diplomasi Budaya dari Serial Kartun Favorit.
 Setelah film tayang dan viral, desa tersebut mendapatkan perhatian lebih warganya merasa bangga bahwa lokasi mereka digunakan untuk film besar. Namun perubahan besar seperti pariwisata massif belum terjadi secara signifikan. 

Abadi Nan Jaya bukan sekadar film zombie, film ini adalah upaya menggabungkan horor global dengan identitas budaya lokal Indonesia, menggunakan elemen tradisi seperti jamu, lanskap pedesaan Jawa, dan isu ambisi manusia sebagai akar bencana. Nilai produksi, riset zombie, dan keterlibatan warga lokasi menjadikannya sebuah proyek yang unik dalam perfilman horor Indonesia.

 Penulis: Inas Masyura

Editor : Dwi Siswanto
#sawah viral #film zombie #jamu tradisional #Abadi Nan Jaya #film