Kehadiran Lisa BLACKPINK di Indonesia untuk kegiatan syuting film internasional “Extraction: Tygo” memberikan dampak ekonomi langsung terhadap masyarakat setempat di sejumlah wilayah Jakarta dan Bandung Barat.
Proyek produksi asal Korea Selatan yang melibatkan aktris dan idol K-pop dunia itu membuat sejumlah ruas jalan di kawasan Kota Tua Jakarta ditutup sementara selama proses pengambilan gambar.
Penutupan tersebut secara otomatis menghentikan aktivitas perdagangan harian di lokasi itu, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang biasanya beroperasi di area tersebut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta Barat memastikan para pedagang yang terdampak tetap mendapatkan perhatian.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Iqbal Idham Ramid menyatakan kompensasi diberikan kepada UMKM yang tidak bisa berjualan saat kawasan digunakan untuk syuting.
“Pemprov DKI tetap memperhatikan kesejahteraan pedagang dengan memberikan kompensasi atas kegiatan tersebut,” katanya.
Sekitar 60 pedagang di Lokasi Binaan (Lokbin) Kota Intan Jakarta Barat terpaksa berhenti berdagang saat pengambilan gambar di Jalan Cengkeh berlangsung.
Pengaruh syuting tidak hanya berhenti pada aspek kompensasi usaha yang terdampak.
Kehadiran tim produksi internasional dan artis kenamaan juga memunculkan optimisme terhadap peningkatan kunjungan wisata di masa mendatang, terutama di daerah yang menjadi lokasi pengambilan gambar.
Salah satu contoh yang paling mencolok adalah kawasan Stone Garden Citatah dan Indiana Camp di Bandung Barat, yang dipilih sebagai lokasi syuting film tersebut.
Kepala Bidang Pariwisata Disparbud Bandung Barat, David Oot, menyebut bahwa kegiatan syuting internasional ini berpotensi memberi dampak positif jangka panjang bagi sektor wisata setempat.
Lokasi alam dengan pemandangan karst yang dramatis diyakini akan menarik perhatian penonton film global setelah tayangan film dirilis di platform internasional seperti Netflix.
“Kita berharap ini punya dampak besar untuk keberlangsungan wisata di Bandung Barat sehingga bisa mendunia,” ujarnya.
Dampak seperti ini sejatinya menjadi peluang bagi pemerintah dan pelaku usaha pariwisata untuk memanfaatkan momentum kunjungan produksi film besar dengan bintang internasional.
Meskipun belum ada data resmi mengenai kenaikan persentase kunjungan wisata atau pendapatan usaha yang bisa dikaitkan langsung dengan kegiatan syuting, pengalaman pelaksanaan menunjukkan bahwa lokasi yang dipakai sebagai latar film seringkali mengalami lonjakan minat antarpublik setelah filmnya tayang.(yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi