Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Bukan Sekadar Komedi! Terungkap Alasan Film Sekawan Limo 2 Berani Angkat Tragedi Mei 1998

Sidkin • Kamis, 4 Juni 2026 | 18:32 WIB
Bukan Sekadar Komedi! Terungkap Alasan Film Sekawan Limo 2 Berani Angkat Tragedi Mei 1998. (Ig @cgv.id)
Bukan Sekadar Komedi! Terungkap Alasan Film Sekawan Limo 2 Berani Angkat Tragedi Mei 1998. (Ig @cgv.id)

 

HALOJEMBER – Langkah berani diambil oleh tim produksi film Sekawan Limo 2. Tidak sekadar menyuguhkan formula horor komedi biasa, sekuel arahan sutradara Bayu Skak ini justru menyelipkan latar belakang sejarah yang cukup sensitif, yakni diskriminasi terhadap etnis Tionghoa dan memori kelam seputar Tragedi Mei 1998.

Keputusan untuk mengangkat isu sosial politik masa lalu ini dikonfirmasi langsung oleh para pemeran dan sineas yang terlibat saat menggelar konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kehadiran elemen sejarah ini tentu mengejutkan publik, mengingat film pertamanya murni berfokus pada mitos pendakian gunung yang dibalut humor segar.

Baca Juga: Sinopsis Sekawan Limo 2: Jadwal Tayang, Daftar Pemain, dan Cara Beli Tiket Online

Sutradara film, Bayu Skak, menegaskan bahwa esensi utama dari Sekawan Limo 2 adalah merayakan persatuan di tengah keberagaman, bukan malah memperpanjang dendam masa lalu.

Melalui film ini, ia ingin menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya berdamai dengan trauma sejarah demi masa depan bangsa.

Pihaknya menilai pentingnya keterbukaan publik dalam mengingat masa lalu agar kekeliruan serupa tidak terulang kembali di masa depan. Lewat benang merah cerita ini, penonton diajak untuk belajar dari sejarah demi kemajuan bersama tanpa ada pihak yang dipojokkan.

Baca Juga: Nicholas Saputra Jadi Satu-satunya Korban Selamat, Inilah Sinopsis dan Daftar Pemain Film Tukar Takdir

Melalui narasi yang dihadirkan di Sekawan Limo 2, ada pula pesan moral mendalam yang ditujukan khusus bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Film ini menyelipkan dorongan moril agar generasi terdampak bisa perlahan bangkit mengatasi trauma masa lalu, sembari tetap memelihara rasa cinta dan bangga terhadap tanah air Indonesia.

Saat menceritakan esensi filosofis di balik pesan film ini, Bayu Skak menjabarkan teorinya tentang bagaimana memperlakukan rasa sakit dari masa lalu. "Kita harus belajar bahwa 'piluh' dibalas 'piluh' akan melahirkan 'piluh' lagi. Jangan balas rasa sakit dengan sakit," jelas Bayu.

Apresiasi terhadap keberanian naskah ini turut diutarakan oleh aktor senior Ferry Salim. Menurut Ferry, isu sejarah yang berat ini berhasil dikemas dengan sangat cerdas oleh sang penulis skenario, Nona Ica, lewat pendekatan genre horor komedi yang cair sehingga lebih mudah dicerna oleh penonton dan generasi muda.

Baca Juga: Rekomendasi Drama Korea Action Terbaik: Penuh Aksi, Tegang, dan Bikin Ketagihan

"Film ini memberikan pencerahan bahwa untuk menjadi negara yang maju dan bersatu, kita harus menghargai perbedaan," ujar Ferry.

Ia pun menambahkan harapannya agar film ini memiliki keberanian dan perbedaan dari film lain. "Semoga kita selalu sekawan, sebangsa, dan setanah air."

Sebagai penutup, Bayu mengingatkan kembali bahwa Indonesia dibentuk oleh kekayaan latar belakang masyarakat yang harmonis. "Inilah pesan Sekawan Limo 2 tentang persatuan kita. Berbagai etnis ada di Indonesia dan kita adalah Republik Indonesia," tutupnya.

Editor : Sidkin
#Film Sekawan Limo 2 #alasan sekawan limo angkat isu etnis tionghoa dan tragedi mei 1998 #etnis tionghoa #Tragedi Mei 1998 #bayu skak