HALOJEMBER – Aktor Indra Pramujito, salah satu bintang utama dalam film Sekawan Limo 2, memberikan pandangan mendalam mengenai alur cerita sekuel terbaru ini.
Karakter yang ia mainkan kali ini harus berhadapan dengan plot penulisan yang tidak biasa, cerita film beririsan langsung dengan sejarah kelam Tragedi Mei 1998 dan isu etnis Tionghoa.
Saat menghadiri konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Indra membagikan pengalamannya terlibat dalam proyek yang berani ini.
Baca Juga: Indra Pramujito: Dari Penyiar Radio hingga Aktor Layar Lebar yang Bersinar
Baca Juga: Bukan Sekadar Komedi! Terungkap Alasan Film Sekawan Limo 2 Berani Angkat Tragedi Mei 1998
Baginya, menyelipkan pesan sosial-politik ke dalam sebuah film bergenre horor komedi merupakan sebuah tantangan sekaligus tanggung jawab moral yang besar bagi para pemeran.
Indra yang berperan sebagai Andrew menjelaskan, keputusan menyisipkan narasi Tragedi Mei 1998 sama sekali bukan untuk mengorek kembali luka lama yang menyakitkan.
Sebaliknya, poin utama yang ingin disampaikan adalah sebagai pengingat kolektif agar masyarakat modern tidak melupakan sejarah bangsanya sendiri.
Baca Juga: Sinopsis Sekawan Limo 2: Jadwal Tayang, Daftar Pemain, dan Cara Beli Tiket Online
Ia menilai pentingnya keterbukaan publik dalam mengingat masa lalu agar kekeliruan serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Lewat benang merah cerita ini, penonton diajak untuk belajar dari sejarah demi kemajuan bersama tanpa harus saling menyalahkan atau memicu konflik baru.
Melalui narasi yang dihadirkan di Sekawan Limo 2, ada pula pesan moral mendalam yang dirasakan langsung oleh Indra saat mendalami karakternya.
Film ini menyelipkan dorongan moril agar generasi terdampak bisa perlahan bangkit mengatasi trauma masa lalu, sembari tetap memelihara rasa cinta dan bangga terhadap tanah air Indonesia.
Saat menjelaskan esensi dari isu sensitif tersebut, Indra Pramujito dengan tegas mengingatkan penonton mengenai hal-hal krusial yang tidak boleh terulang lagi dalam sejarah Indonesia.
"Kita harus belajar dari sejarah. Jangan ada etnis, suku, atau ras yang dikambinghitamkan, jangan ada kekerasan, dan negara harus mengakui kesalahannya," tegasnya di hadapan awak media.
Pernyataan tegas dari Indra ini sejalan dengan apa yang ingin dicapai oleh seluruh tim produksi.
Melalui perannya, ia berharap film ini tidak hanya menjadi sarana hiburan yang mengocok perut dan memacu adrenalin karena unsur horornya, tetapi juga menjadi media refleksi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Film Sekawan Limo 2 sudah tayang di bioskop sejak Rabu 27 Mei 2026. Harapannya, film ini mampu membawa angin segar di industri perfilman lokal dengan keberaniannya mendobrak batasan tema, menyampaikan pesan persatuan yang kuat melalui balutan komedi khas garapan Bayu Skak dan kawan-kawan.
Editor : Sidkin