HALOJEMBER — Antusiasme pencinta sinema dan kalangan akademisi lokal memuncak saat pemutaran perdana (special screening) film Lobang Buaya berlangsung di Kota Cinema Mall (KCM) Jember, Minggu (20/9/2026). Acara megah hasil kolaborasi Adhya Pictures, Dapur Film, serta Universitas Jember (UNEJ) ini menjadi momentum pemanasan spesial sebelum film horor-misteri tersebut resmi tayang pada 1 Oktober mendatang.
Sineas kawakan tanah air, Hanung Bramantyo, secara terbuka membeberkan ramuan khusus di balik karyanya.
Salah satu pendekatan unik Hanung terlihat dari keberaniannya mengemas latar sejarah lewat balutan fiksi dan percintaan.
Langkah ini diambil agar narasi sejarah yang terkesan kaku bisa dinikmati secara emosional oleh penonton luas.
"Cerita sejarah itu akan lebih menyentuh dan diminati masyarakat luas kalau ada unsur romansanya. Sama seperti saat saya menggarap Habibie & Ainun, sentuhan kisah cinta di dalamnya berhasil menggaet hingga 4 juta penonton,” ucap Hanung Bramantyo, Sutradara Film Lobang Buaya saat workshop di KCM Jember (20/09/2026).
Lewat karya ini, Hanung juga mengusung misi besar untuk menjangkau generasi muda.
Ia ingin anak-anak muda tertarik dan dapat memahami sejarah dari berbagai sudut pandang.
"Saya ingin anak-anak muda sekarang tertarik dan mau memahami sejarah. Film bisa jadi jembatan untuk menjangkau mereka, mengetahui, mendokumentasikan, dan dapat memahami peristiwa sejarah dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.
Kemudian, Hanung juga menyampaikan tentang prinsip teknis pentingnya mengikat perhatian audiens sejak awal.
Sutradara kawakan tersebut menegaskan bahwa film horor yang efektif harus berani menyajikan jumpscare atau kejutan besar di menit-menit awal, agar adrenalin penonton langsung terpacu.
Tidak berhenti di situ, Hanung membongkar taktik penceritaan misteri yang menjadi fokus utama diskusi bersama sivitas akademika UNEJ.
Penonton dipastikan bakal terkecoh saat mencari sosok dalang utama, karena pelaku teror sebenarnya merupakan karakter yang sama sekali tidak disangka-sangka sejak awal penceritaan.
“Kuncinya agar penonton betah duduk dari awal itu kasih jumpscare di menit-menit pertama. Saya jamin popcorn itu gak kesentuh! Selain itu, rahasia film misteri pasti sosok dalang atau pelakunya adalah orang yang paling tak disangka-sangka,” ungkap sutradara film Lobang Buaya itu.
Dua elemen tersebut terasa sangat kental saat mengikuti penyelidikan Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) membongkar teka-teki pembunuhan ganjil berlatar tahun 1964.
Perpaduan teror awal, dinamika asmara, serta teka-teki sosok misterius sukses menjaga intensitas cerita dari awal hingga akhir.
Secara garis besar, Lobang Buaya menyajikan kisah penyelidikan penuh teror dan intrik yang memaksa penonton ikut menebak siapa dalang sebenarnya di balik serangkaian peristiwa mencekam tersebut.
Penasaran dengan sajian horor-misteri garapan Hanung Bramantyo ini? Lobang Buaya siap menguji keberanian penonton di seluruh bioskop tanah air mulai 1 Oktober 2026. (MG/SR)
Editor : Viona Rj