Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Lestarikan Musik Ketipung dan Tradisi, Ini yang Dilakukan Warga Banyuputih Bondowoso

Sidkin • Minggu, 25 Mei 2025 | 21:17 WIB
LANTUNKAN LAGU: Para warga Desa Banyuputih, Bondowoso bernyanyi bersama dengan diiringi tarian dan alat musik ketipung. (Ilham Wahyudi/Radar Ijen)
LANTUNKAN LAGU: Para warga Desa Banyuputih, Bondowoso bernyanyi bersama dengan diiringi tarian dan alat musik ketipung. (Ilham Wahyudi/Radar Ijen)

 

BANYUPUTIH, Halo Jember - Warga Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Bondowoso terus melestarikan alat musik ketipung dan tradisi daerah.

Melalui latihan dan dedikasi, ketipung tetap eksis dan menjadi bagian penting dalam melestarikan budaya musik tradisional Indonesia.

Untuk melestarikannya, warga tak hanya berlatih. Namun juga tampil di beberapa kegiatan, seperti hajatan, pengajian maupun pentas rakyat.

Namun hal itu juga perlu dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Melihat banyaknya potensi seni budaya tradisional yang masih eksis dan dipertahankan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso membentuk desa budaya di berbagai tempat berbeda, termasuk Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin.

Desa tersebut selain dikenal dengan situs Watu Lawang, juga memiliki seni dan budaya yang tetap dipertahankan.

Seni budaya itu meliputi Ketipung, Ronjengan, dan Jaga Kubur.

Oleh sebab itu, Disparbudpora rutin melakukan pembinaan kelompok seni Sumber Watulawang.

Desa ini juga dikenal sebagai salah satu sentra seni musik ketipung yang masih aktif dimainkan dalam berbagai hajatan, pengajian, hingga pentas rakyat.

Pembinaan pun dilakukan. Selain bertujuan memperbaiki performa, juga mencari generasi penerus yang bermain alat musik tradisional tersebut.

Kabid Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, I Gede Budiawan menyampaikan, pembinaan itu  untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memberdayakan potensi pemuda di desa.

“Ketipung adalah bagian dari kekayaan musik tradisional kita. Harus dirawat dan diberdayakan, tidak boleh punah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para pelaku seni ketipung diberikan pelatihan teknik tabuh, penguatan struktur kelompok seni, serta strategi tampil di panggung modern.

Selain itu, Disparbudpora juga membekali mereka dengan materi manajemen pertunjukan dan pengemasan kesenian agar lebih diminati generasi muda.

Ke depan, Disparbudpora Bondowoso berencana menetapkan beberapa desa dengan potensi seni lokal sebagai desa budaya.

Selain ketipung, juga akan dilakukan pembinaan seni jaranan, hadrah, dan musik tradisional lainnya.

“Yang penting, budaya kita bisa tetap hidup di tangan generasi sekarang,” tutupnya.

Melalui langkah ini, diharapkan budaya tradisional seperti ketipung dapat terus berkembang dan dikenal oleh generasi muda. Serta menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bondowoso. (ham/dwi)

Editor : Sidkin
#Disparbudpora #tradisi #tradisi daerah #melestarikan #musik #bondowoso #ketipung